Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 10:37 WIB
Stok Pangan Jelang Lebaran Aman
Margareta Engge | Asep Candra | Kamis, 26 Agustus 2010 | 13:07 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketersediaan beragam kebutuhan pangan menjelang Lebaran aman dan cukup. Kondisi aman ini melihat surplus yang terjadi pada setiap barang kebutuhan pokok hingga akhir tahun 2010.

"Ketersediaan pangan menjelang Lebaran aman. Komoditi beras sampai akhir tahun 2010 aman," ucap Arman Moenek, Kepala Pusat Distribusi Pangan, Badan Ketahanan Pangan, dalam konferensi pers Antisipasi Kenaikan Harga Barang Menjelang Idul Fitri dan Langkah Kebijakan Pemerintah Meredam Kenaikan Harga, Kamis (26/8/2010) di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.

Diungkapkannya, sampai akhir Desember 2010, Indonesia mengalami surplus sebesar 5,6 juta ton, sehingga tidak perlu melakukan impor beras, dan dari sisi ketersediaan beras cukup aman.

Untuk gula, penyediaan/stok mencapai enam juta ton, dengan kebutuhan yang diperkirakan mencapai sekitar empat juta ton. Jadi, dilihat dari sisi ketersediaan cukup.

"Daging sapi sendiri diperkirakan dari Agustus-Desember 2010 mengalami surplus sekitar 27.000 ton. Kebutuhan daging diperkirakan mencapai 60.000 ton, sedangkan ketersediaan kita mencapai sekitar 87.000 ton, jadi surplus sekitar 27.000 ton," tutur Arman.

Dipaparkannya, daging ayam pun mengalami surplus sekitar 800.000 ton. Telur ayam mengalami surplus sebesar 26.502 ton, dengan produksi sebesar 1,4 juta ton dan kebutuhan yang hanya sebesar kisaran 1,3 juta ton. "Jadi, ketersediaan pangan menjelang Lebaran nanti aman dan cukup," lanjut Arman menegaskan.