KOMPAS/IWAN SETYAWAN
JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu pagi, sedikit membaik akibat aksi lepas dollar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik tujuh poin menjadi Rp 9.023-Rp 9.033 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.030-Rp 9.040.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib, di Jakarta, mengatakan, pasar masih sepi karena pelaku hanya melepas dollar dalam jumlah yang kecil, mereka masih menunggu perkembangan ekonomi global.
Aksi lepas yang belum besar itu menyebabkan kenaikan rupiah relatif kecil setelah hampir dua pekan lalu terpuruk. "Kami memperkirakan rupiah akan kembali menguat pada Rabu siang karena aksi lepas dollar untuk mencari untung akan terus terjadi, " ucapnya.
Menurut Kostaman, rupiah kemungkinan akan tetap berada di atas level Rp 9.000 per dollar, sesuai keinginan pemerintah agar pendapatannya dari ekspor tetap terjaga. "Posisi rupiah di atas Rp 9.000 per dollar akan dijaga, sehingga koreksi yang terjadi saat ini hanya merupakan konversi saja," katanya.
Ia mengatakan, gejolak ekonomi global yang memburuk merupakan faktor utama yang menekan rupiah terus melemah karena pelaku lebih cenderung memegang dolar. "Namun kenaikan yang terus terjadi mengakibatkan pelaku pasar lokal melepasnya untuk mencari untung," ucapnya. Meski demikian, lanjut dia, rupiah juga masih berpeluang untuk naik lagi karena pelaku asing berminat untuk kembali masuk pasar dengan melakukan investasi yang lebih besar.
"Pelaku asing sebenarnya sedang menunggu laju inflasi 2010 yang diperkirakan akan terus meningkat meliwati angka batas tertinggi yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) dan mendorong lembaga itu berusaha menyesuaikan tingkat bunga acuannya (BI Rate)," ucapnya.
