Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 10:39 WIB
Pasar Murah Diperluas
Orin Basuki | Erlangga Djumena | Rabu, 1 September 2010 | 10:31 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Forum Badan Usaha Milik Negara atau BUMN memperluas pasar murah dari rencana awal hanya di 50 kabupaten dan sekitar 100 titik menjadi 100 kabupaten di sekitar 200 titik. Dengan demikian, dampak pasar murah pada penurunan harga komoditas pangan akan semakin kuat.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Rabu (1/9/2010) usai menghadiri Rapat Koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tentang Ketahanan Pangan.

Menurut Mustafa, operasi pasar tersebut akan didanai oleh anggaran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari setiap BUMN. Pasar murah BUMN tersebut dinilai efektif menstabilkan harga pangan karena barang yang dijual dihargai 30 persen lebih murah dari harga normal.

"Dengan perluasan ini, kami akan menggelar pasar murah hingga menjelang Lebaran (10 September 2010). Dan kota tempat pasar murah itu akan merupakan kota-kota baru bukan yang sebelumnya sudah mendapatkan pasar murah," ujarnya.

Pasar murah tersebut menjual komoditas pangan yang mengalami fluktuasi harga yang signifikan, seperti beras, gula, minyak goreng. Beberapa kawasan bahkan ada yang mendapatkan pasar murah daging sapi.

"Sementara ini, total anggaran yang disalurkan Forum BUMN sudah mencapai Rp 10 miliar. Ini akan kami tingkatkan lagi ke kota-kota yang ada BUMN-nya," ungkap Mustafa.