Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 12:34 WIB
Rupiah Turun Tipis
| Erlangga Djumena | Jumat, 3 September 2010 | 10:22 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Staf di penukaran valuta asing di Kwitang, Jakarta, menghitung lembaran uang rupiah.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat pagi, cenderung stabil karena pelaku pasar belum aktif meski euro menguat terhadap dollar AS dan yen.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS turun empat poin menjadi Rp 9.005-Rp 9.015 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya, Rp 9.001-Rp 9.011.

Direktur Currency Management Group, Farial Anwar, di Jakarta, Jumat (3/9/2010), mengatakan, rupiah mengalami koreksi setelah naik pada hari sebelumnya. "Pelaku pasar berusaha melepas untuk mencari untung, namun aksi lepas relatif masih kecil," ujarnya.

Menurut dia, pelaku masih melihat peluang rupiah untuk naik masih ada yang didukung oleh membaiknya bursa Wall Street akibat membaiknya data perumahan dan euro yang menguat terhadap dollar AS. "Karena itu, pelaku agak ragu-ragu untuk melepas rupiah lebih besar karena faktor positif masih menyelimutinya," katanya.

Rupiah sebelumnya sempat menembus angka Rp 9.000 per dollar AS karena faktor positif dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengatakan laju inflasi Agustus 2010 lebih baik dari Juli. "Membaiknya laju inflasi itu memberikan kepercayaan kepada pelaku bisnis bahwa ekonomi nasional akan makin tumbuh," ucapnya.

Para investor asing, menurut dia, memperkirakan laju inflasi Agustus 2010 akan makin meningkat yang mendorong Bank Indonesia menyesuaikan tingkat suku bunga acuan (BI Rate). "Apabila penyesuaian bunga acuan itu terjadi, mereka akan masuk ke pasar secara besar-besaran," katanya.

Menurut dia, peluang rupiah masih ada untuk menguat, kemungkinan pada siang nanti kondisi akan berubah menjadi lebih positif. "Oleh karena itu, rupiah saat ini berada dalam kisaran sempit, dikarenakan faktor positif masih tetap mendukungnya," katanya.

Sumber :
ANT