Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 23:38 WIB
Pegadaian
Pinjam Uang Serasa "Bukan Maling"
Hana Puspita | Jimmy Hitipeuw | Minggu, 5 September 2010 | 02:54 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum pegadaian bisa memberikan pinjaman modal bagi para pengusaha yang kompeten tapi tidak memiliki dana usaha. Pantauan Kompas.com di perum pegadaian cabang Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (31/08/2010), program pegadaian tidak hanya memberikan pinjaman dengan jaminan barang tapi juga memberikan kesempatan dengan memberikan bantuan modal kepada pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya.

"Untuk modal usaha, tempo peminjaman yang diberikan minimal satu tahun berbeda dengan menggadaikan barang yang jatuh temponya hanya empat bulan," Jelas Maria, Manajer Operasional Perum Pegadaian cabang Jatinegara. Menurutnya, sebelum memberikan pinjaman modal, pihak pegadaian akan melakukan survey ke tempat usaha orang yang mengajukan pinjaman modal.

"Kita tidak bisa sembarangan memberikan modal, jika sekiranya usaha itu prospek ke depannya kurang bagus atau keuntungannya mepet ya tidak akan kami berikan pinjaman," lanjutnya. Alasannya, pihak pegadaian jelas tidak mau dirugikan.

Persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin mengajukan pinjaman modal ke perum pegadaian cukup mudah. Calon peminjam hanya menyertakan fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Surat izin Usaha, SIUPP dan tentunya BPKB kendaraan bermotor, Dalam jangka waktu satu tahun pinjaman modal dapat diambil.

Tidak seperti menggadaikan barang biasa, biaya sewa modal (bunga) dari peminjaman modal di pegadaian dibayarkan perbulannya sebesar satu persen dari nominal pinjaman modal.

"Misalnya meminjam Rp.12 juta maka dibagi dua belas bulan jadi perbulannya menyetor Rp. 1,2 juta ditambah sewa modal sebesar satu persen," kata Maria. Menurutnya, banyak masyarakat yang berminat meminjam modal usaha dari pegadaian dibanding kepada bank-bank yang persyaratannya rumit dan bunganya besar.

"Kalau pinjam di bank kan serasa jadi maling, terus dikejar-kejar oleh bunga yang membengkak," jelasnya.