JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat banyak kereta ekskutifnya yang anjlok, PT KeretaApi Indonesia menarik sebanyak 52 boogie kereta K-1 untuk kereta kelas ekskutif dan menggantinya dengan boogie K-3 yang sebenarnya untuk kereta ekonomi.
"Daripada yang bilang pihak lain mendingan saya yang bilang, kalau boogie di beberapa kereta ekskutif adalah dari bogie K-3," kata Direktur Lalulintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Asril Syafei, di Jakarta, Minggu (5/9/2010).
Boogie adalah sistem roda dan peredam kejut, biasanya pada gerbong/kereta ada 2 boogie. Satu boogie biasanya terdiri ayar 4 roda (2 pasang) dengan beberapa jenis sistem peredam kejut, yang menentukan batas kecepatan dan beban maksimal kereta. Karakteristik boogie ini dibagi menjadi 5 jenis, yaitu 5, 6, 7, 8, dan 9.
Boogie kereta K-3 saat ini telah dibuat di PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, sementara boogie K-1 yang biasanya dipasang untuk kereta ekskutif masih diimpor dari Jepang dan beberapa negara lain. Meski demikian, jelasnya, boogie K1 tidak jauh berbeda dengan boogie K-3.(Tribunnews.com/Hendra Gunawan)


