JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (6/9/2010) pagi, naik menjauhi level Rp 9.000 karena pelaku kembali melakukan aksi beli terhadap mata uang Indonesia yang terpicu membaiknya bursa regional.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik menjadi Rp 8.976-Rp 8.986 per dollar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu Rp 8.990-Rp 9.000 atau bertambah 14 poin.
Dirut PT Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga di Jakarta, mengatakan, kenaikan rupiah itu dipicu aksi positif dari eksternal akibat membaiknya bursa Wall Street setelah data ekonomi AS mengenai tenaga kerja membaik dari perkiraan sebelumnya. "Sebelumnya sejumlah data ekonomi, seperti sektor perumahan dan tenaga kerja, diperkirakan makin buram," katanya.
Menurut dia, pasar eksternal banyak membuat kejutan yang mendorong rupiah kembali berjaya setelah dua pekan lalu cenderung terpuruk. Karena itu, ia menyatakan optimistis rupiah masih akan bergerak menjauhi Rp 9.000, bahkan mendekati level Rp 8.950. "Kami optimistis rupiah masih akan bergerak naik lagi mendekati angka Rp 8.950 per dollar AS," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan rupiah itu berlawanan dari biasanya, yakni apabila dollar AS menguat, rupiah akan tertekan. Namun, pelaku pasar saat ini tidak mengindahkan faktor tersebut.
Dollar AS naik menjadi 84,43 yen dari 84,32 yen dan euro menjadi 1,2895 dollar AS dan 108,81 yen. "Meski demikian, aktivitas pasar agak lesu karena sebagian pelaku sudah meninggalkan tempat menjelang tibanya hari raya Idul Fitri," ucapnya.
Sebagian pelaku pasar, lanjutnya, pada umumnya pembeli lokal, sedangkan asing hanya sebagian kecil yang masih aktif bermain di pasar. "Kami memperkirakan pasar masih positif terhadap rupiah sehingga pergerakan masih tetap menguat," katanya.
