Kamis, 31 Juli 2014

/ Bisnis & Keuangan

BBM Nonsubsidi

Pertamina Surati SPBU Soal Pertamax

Selasa, 21 September 2010 | 10:03 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina (Persero) sudah mulai merilis surat edaran agar stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) lebih banyak mengusung bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti pertamax, ketimbang premium. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi pembatasan BBM bersubsidi mendatang.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Muhammad Harun mengaku, meskipun BBM bersubsidi dibatasi, Pertamina menyiapkan suplai pertamax yang mampu mencukupi kebutuhan konsumen yang beralih dari BBM subsidi ke BBM nonsubsidi.

Saat ini, BBM nonsubsidi disuplai dari kilang Balongan, Indramayu, yang volumenya mencapai 100.000 kiloliter (kl) per hari. "Kalau semua pemakai premium pindah ke pertamax, stoknya masih mencukupi, tidak perlu impor," katanya.

Untuk pengaturan BBM bersubsidi, Pertamina akan mengurangi jumlah penjualan premium tiap bulannya di beberapa SPBU. Nantinya, hanya beberapa SPBU yang masih menjual premium untuk kebutuhan sepeda motor. Tidak cukup itu saja, penjualan solar bersubsidi juga akan dibatasi.

"Memang dari sisi sosial karena ada pengurangan, akan ada antrean. Tetapi, harus ada pemahaman bersama, kalau tidak mau antre, ya mengisi bahan bakar nonsubsidi," kata Harun.

Untuk tahap awal, pembatasan konsumsi BBM subsidi akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada awal Oktober. "Setelah itu dievaluasi, baru akan diterapkan secara bertahap untuk diberlakukan di kota-kota besar lainnya karena konsumsi premium kan lebih banyak di kota besar," tegas Harun. (Fitri Nur Arifenie/Kontan)


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: