Rabu, 1 Oktober 2014

/ Internasional

285 Kasus TKI di Taipei Bisa Selesai

Selasa, 28 September 2010 | 21:51 WIB

TAIPEI, KOMPAS.com — Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei sejak awal tahun ini telah menyelesaikan 285 dari 307 kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia di Taiwan.

"Dengan demikian, masih terdapat 22 kasus lagi yang harus diselesaikan," kata Kepala KDEI Harmen Sembiring saat menerima tujuh TKI teladan 2010 di kantornya, Selasa (28/9/2010).

Kasus-kasus yang berhasil diselesaikan tersebut meliputi pelanggaran hak TKI oleh majikan, seperti pemotongan gaji dan tidak dibayarkannya uang lembur, serta tujuh anak buah kapal (ABK) yang dinyatakan bebas atas tuduhan pembunuhan kapten kapal pada April 2007.

Harmen mengatakan, ketujuh ABK tersebut yang kini berada di tempat penampungan KDEI atas biaya KDEI sedang menunggu dikeluarkannya surat perintah laksana paspor (SPLP) bagi pemulangan mereka ke Tanah Air.

Ketujuh ABK tersebut adalah Sutrisno dari Slawi, Suwanto, Widianto, dan Agus Setiawan dari Tegal, Dul Kholoq dari Banten, Zaenal Arifin dari Brebes, dan Imam Taufi dari Banyuwangi. Saat kejadian, mereka berada di perairan Palau, Filipina.

"Sementara itu, penanganan dua kasus TKI yang dituduh menyelundupkan rokok ke Taiwan tetap menjadi prioritas KDEI tahun ini," katanya.

Ia mengatakan, KDEI telah melayangkan surat protes kepada pihak berwenang di Taiwan guna mendapatkan kepastian.

Kalau mereka memang dinyatakan tidak bersalah, haruslah segera dibebaskan. Sebaliknya, jika mereka dinyatakan bersalah, haruslah segera dipenjara.

"Dengan demikian, nasib dari dua warga negara Indonesia yang kasusnya sudah berjalan hampir empat tahun tersebut tidak terkatung-katung," katanya.

Dari kasus-kasus yang berhasil diselesaikan tersebut, KDEI telah mengembalikan uang sebesar Rp 2,3 miliar dari majikan kepada para TKI yang merupakan hak mereka.

Saat ini lebih dari 151.000 warga negara Indonesia bekerja di Taiwan, atau lebih dari 40 persen dari jumlah keseluruhan tenaga kerja asing yang bekerja di Taiwan.

Sebelumnya, Kepala Imigrasi, Konsuler, dan Ketenagakerjaan KDEI di Taipei Ramli HS mengatakan, pihaknya rata-rata mengeluarkan 20 SPLP bagi pemulangan TKI bermasalah setiap hari.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: