Sabtu, 19 April 2014

/ Bisnis & Keuangan

Cek dan Giro Kosong Makin Banyak

Senin, 4 Oktober 2010 | 10:54 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Penarikan cek dan giro kosong melonjak. Mengacu data Bank Indonesia (BI), tren peningkatan cek dan giro kosong terjadi sejak dua tahun lalu. Sepanjang Agustus 2010, total volume cek dan giro kosong mencapai 63.630 transaksi dengan nilai sekitar Rp 1,85 triliun. Angka ini meningkat dari Juli 2010 yang mencapai 58.077 transaksi dengan nilai Rp 1,59 triliun.

Pada bulan yang sama, data kliring penyerahan ke BI tercatat sebanyak 3.782.024 transaksi dengan nilai Rp 114,55 triliun. Artinya, rasio cek dan giro kosong terhadap kliring penyerahan mencapai 1,68 persen dari sisi volume dan 1,61 persen dari nilai.

Kepala Biro Sistem Pembayaran Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI Aribowo menambahkan, total volume cek dan giro kosong yang tercatat sejak awal tahun hingga 10 Agustus 2010 mencapai 448.863 transaksi dengan nilai Rp 13,23 triliun.

Dia mengakui, tren peningkatan cek dan giro kosong terus meningkat tiap tahun. "Mungkin sampai akhir tahun nanti, nominal dan nilainya juga akan meningkat melebihi akhir 2009," katanya kepada KONTAN, Jumat (1/10/2010).Namun, persentase pertumbuhan cek dan giro kosong turun ketimbang tahun 2008 dan 2009. Penyebab terbesar terjadinya cek dan giro kosong adalah mismatch. "Jadi, lebih unsur ketidaksengajaan. Misalnya karena saldo kurang," ujarnya.

Meski begitu, BI tetap memberikan sanksi kepada nasabah yang tiga kali memberikan cek atau bilyet giro kosong dalam waktu enam bulan di bank yang sama. Mereka akan masuk ke dalam daftar hitam nasional (DHN).

Per Agustus, terdapat 1.855 nasabah perorangan dan 417 badan usaha yang masuk DHN. Jumlah ini turun dari Juli 2010 yang mencapai 2.064 nasabah perseorangan dan 462 nasabah badan usaha. (Andri Indradie/Kontan)


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: