Jumat, 19 Desember 2014

/ Regional

Carilah Ikan Koi di Bandung Selatan

Selasa, 5 Oktober 2010 | 10:20 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Kelesuan produksi benih ikan mas di kawasan Bandung Selatan akibat harga jual yang masih murah membuat sejumlah petani di kawasan itu beralih mengembangkan ikan koi.      "Harga bibit ikan mas saat ini sekitar Rp 7.000 per gelas. Sejak dulu belum naik, bahkan kadang turun hingga Rp 6.000. Untuk itu kami mencoba budidaya ikan koi dan ternyata bisa lebih menguntungkan," kata Iyus, petani ikan di Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (5/10/2010).      Proses pembenihan ikan koi tidak jauh berbeda dengan ikan mas, kata Iyus, hanya diperlukan air yang lebih jernih. Setelah ikan menetas, petani membesarkannya di lahan sawah yang telah dipanen, atau dengan sistem mina padi.      "Harga ikan koi lebih mahal. Untuk sebesar ibu jari harganya bisa mencapai Rp 2.500 per ekor, bila lebih besar bisa lebih mahal lagi," kata Iyus.      Meskipun demikian, tambah Iyus, para petani lebih selektif memilih benih, dan hanya menggunakan benih unggul dengan strain yang masih bagus.      "Budidaya koi hanya selingan. Fokus utama tetap produksi benih ikan mas karena pasarnya sudah jelas, tetapi harganya tak beranjak naik," kata Iyus yang juga pengurus kelompok tani ikan di Ciparay.      Pembeli ikan koi biasanya berasal dari Kota Bandung dan beberapa daerah lainnya di Bandung dan Sumedang. "Jumlah pembelian ikan koi memang tidak sebanyak benih ikan mas. Namun, bagi petani ikan yang memiliki cukup banyak kolam bisa memeliharanya sebagai selingan," kata Iwa, peternak ikan.      Sementara itu, penjualan benih ikan mas dari kawasan Bandung Selatan dilakukan ke kawasan Mengger dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Mereka juga memasok benih ikan ke petani jaring terapung di Waduk Cirata dan Jatiluhur.      "Kalau Waduk Saguling tidak lagi cocok untuk ikan mas, tetapi diganti patin, nila, dan gurame. Benih ikan mas dipasok ke Cirata dan Jatiluhur," kata Awa.


Editor : Ignatius Sawabi
Sumber: