Rabu, 3 September 2014

/ Bisnis & Keuangan

Indonesia Ekspor Anjungan Minyak

Jumat, 24 Desember 2010 | 22:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Gunanusa Utama Fabricators tengah menggarap tiga proyek anjungan minyak dan gas lepas pantai dengan nilai lebih dari 650 juta dollar AS. "Platform tersebut dibangun di Cilegon, dan akan dipasang masing-masing di laut Mumbai High India, di Teluk Siam Thailand, dan di Ujung Pangkah Laut Jawa Barat dari Surabaya, Jawa Timur," sebut Presiden Direktur PT Gunanusa Samad Solbai dalam siaran persnya.

Umumnya anjungan lepas pantai terdiri dari dua bagian utama, yaitu di bagian atas disebut topside, module atau deck (yang menempatkan peralatan proses, tempat tinggal, kantor dan lapangan pendaratan helikopter), serta bagian bawah yang disebut jacket, yaitu tiang-tiang penopang yang dipancang di dasar laut. “Konstruksi anjungan lepas pantai 90 persen dari baja dan jumlah pekerja untuk ketiga-tiga proyek itu sekitar 6.500 orang. Sebanyak 99 persen adalah orang Indonesia,” kata Samad.

Menurutnya, proyek yang pertama akan selesai adalah proyek ONGC ICP-R yang akan dipasang di Mumbai High yang akan dimuat ke tiga tongkang dan akan diberangkatkan pada akhir bulan Desember 2010.

Antara pemuatan dan pemberangkatan perlu waktu untuk mengikatkannya (seafastening: pengelasan platform ke tongkang, penambahan keperluan safety dan instalasi) ke tongkang selama sekitar 2 minggu. Bobot total topside ONGC ICP-R melebihi 9.000 ton, terdiri dari 5 module yang akan disatukan saat pemasangan di lokasinya di India.

Samad mengatakan, proses kerja ICP-R yang dilakukan PT Gunanusa meliputi keseluruhan proses pembangunan anjungan mulai dari desain, pemerolehan, pabrikasi, transportasi, instalasi, dan pengomisian hingga bisa beroperasi. Kemampuan seperti ini merupakan suatu kelebihan karena tidak semua produsen di Asia Tenggara memilikinya.

Sementara itu, proyek kedua yang akan diberangkatkan adalah HESS Ujung Pangkah CPP dan AUP dengan bobot melebihi 6.000 ton dengan tujuan lapangan minyak Ujung Pangkah, Jawa Timur. Adapun CPP atau central processing platform berbobot 2.650 ton dengan jaket 260 ton dan AUP atau accomodation and utility platform berbobot 2.080 ton dengan jacket 260 ton. AUP merupakan tempat tinggal untuk 35 pekerja. Kedua struktur tersebut akan dipasang di kedalaman 10 meter.

Proyek ketiga adalah PTTEP QPS (guarter platform south) dengan bobot 3.500 ton dan tempat tinggal untuk 158 orang. Platform itu akan dipasang di lepas pantai Teluk Thailand (Bongkot). "Semua hasil kerja di atas adalah karya anak bangsa karena semua pekerjaan dilakukan oleh 99 persen orang Indonesia. Oleh karena itu, kemampuan ini harus selalu ditingkatkan demi mencapai kemajuan bangsa Indonesia ke depannya,” tambah Samad.

PT Gunanusa Utama Fabricators adalah perusahaan nasional konstruksi berat yang berkiprah sebagai engineering, procurement, construction, installation (EPCI), kontraktor anjungan minyak dan gas lepas pantai yang telah menghasilkan lebih dari 100 konstruksi anjungan.


Editor : Erlangga Djumena