Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 10:59 WIB
PENERBANGAN
Mandala Airlines Berhenti Operasi
| Kamis, 13 Januari 2011 | 03:50 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin menegaskan, pihaknya akan mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Langkah ini diambil manajemen Mandala agar dapat merestrukturisasi bisnis dan mengembalikan keuntungan perusahaan.

Diono, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (12/1) malam, mengatakan, sebagai bagian dari restrukturisasi, maka mulai 13 Januari 2011 ini Mandala Akami akan menghentikan sementara semua penerbangan Mandala. Diono tidak menjelaskan sampai kapan Mandala berhenti beroperasi.

”Jika permohonan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) ini disetujui, Pengadilan Niaga akan memberikan waktu 45 hari bagi Mandala untuk menyerahkan rencana bisnis merestrukturisasi perusahaan. Pihaknya yakin bisa menarik para investor baru untuk menyuntik dana ke Mandala,” ujar Diono.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, Mandala Airlines tidak akan beroperasi per Kamis, 13 Januari 2011, ini. ”Secara prinsip, Mandala tidak akan beroperasi lagi,” ujar Freddy di Jakarta.

Menurut Freddy, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pihak manajemen Mandala, diketahui bahwa perusahaan ini mengalami masalah keuangan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay menambahkan, Mandala Airlines stop operasi sementara karena terlilit masalah keuangan. Laporan direksi Mandala secara lisan dan tertulis meminta izin untuk stop operasi per Kamis ini.

Menurut Herry, permintaan itu disampaikan Mandala untuk konsentrasi menyelesaikan persoalan keuangan perusahaan yang beberapa bulan ini mengalami krisis keuangan. ”Hal itu terutama terkait dengan kewajiban membayar sewa pesawat,” ujarnya.

Menurut Diono, beberapa bulan terakhir ini Mandala mengalami kerugian bisnis. Situasi ini mengharuskan manajemen melakukan restrukturisasi agar memberikan ruang bagi masuknya investor baru.

Mandala Airlines yang didirikan tahun 1969 saat ini mengoperasikan sekitar lima pesawat AirbusA320. Sebenarnya, dari rencana bisnis perusahaan penerbangan ini, mereka akan memesan 30 pesawat Airbus A320 pada tahun ini.

Mandala melayani sejumlah rute penerbangan di dalam negeri dan juga sejumlah rute ke luar negeri, antara lain ke Hongkong, Makau, dan Singapura. Mandala pada 2010 menerbangkan 2,5 juta penumpang, turun dari 3 juta penumpang tahun 2009. (ryo/oin)