Sabtu, 22 November 2014

/ Bisnis & Keuangan

Investasi Rp 125,5 M

Hutama Karya Dirikan Dua Anak Perusahaan

Selasa, 25 Januari 2011 | 10:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - BUMN yang bergerak di bidang konstruksi Hutama Karya (HK) mendirikan  dua anak perusahaan yakni PT Hakapole  dan PT Hakaaston. Kedua anak perusahaan tersebut diharapkan bisa menjadi elemen komplementer mandiri terhadap bisnis utama Hutama Karya sehingga perusahaan dapat berkonsentrasi pada peningkatan performa bisnis utamanya, yaitu jasa konstruksi.

PT Hakapole  bergerak di bidang fabrikasi baja dengan produk-produk seperti Tiang Penerangan Jalan Umum (PJU), Guard Rail, dan Lattice Tower untuk Telekomunikasi dan Listrik, adapun PT Hakaaston memproduksi aspal beton.

Core business kami kembangkan secara optimal sejalan dengan perkuatan pengembangan bisnis ke industri hulu sampai ke hilir agar dapat melakukan lompatan emas dalam kaitannya dengan HUT Emas perusahaan,” kata Direktur Utama PT. Hutama Karya (Persero), Subagyono, di Jakarta dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Total investasi yang dikucurkan Hutama mencapai Rp 125,5 miliar dengan perincian  Rp 60 miliar untuk modal dasar Hakapole serta Rp 15 miliar untuk modal yang disetor. Serta untuk Hakaaston, modal dasarnya mencapai Rp 40 miliar dengan modal disetor mencapai Rp, 10,5 miliar.

Subagyono mengatakan kedua anak perusahaan itu memberikan nilai tambah (added values) bagi perusahaan karena dengan portofolio usaha yang beragam, tentunya akan menambah ruang lingkup bisni yang dapat ditawarkan perusahaan secara menyeluruh. Pendirian kedua anak perusahaan itu juga akan mendorong pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan, sistem, dan lain-lain yang telah dimiliki perusahaan secara optimal dalam mendukung anak perusahaan tersebut.

Ditegaskannya, karena kedua anak perusahaan itu mandiri, maka kinerja pemasaran, produksi, dan keuangan kedua anak perusahaan menjadi jelas, sehingga mudah mengevaluasi kinerja dan kontribusinya kepada perusahaan induk, termasuk evaluasi pengembangannya.

Menurut data yang terkumpul, kebutuhan baja nasional naik dari tahun ke tahun. Akhir tahun 2010 para pelaku industri baja memperkirakan permintaan baja nasional naik 10 persen, atau menjadi 8,8 juta ton, sementara kekurangan 4 juta ton. "Kekurangan ini merupakan peluang pasar yang baik untuk PT. Hakapole," sebutnya.

Adapun PT Hakaaston menurutnya mempunyai peluang untuk kebutuhan perbaikan dan pemeliharaan jalan. Berdasarkan data lanjut dia, seluruh panjang jalan di Indonesia tahun 2010 mencapai 348.241 km yang terdiri dari jalan nasional 34.628,83 km, jalan provinsi 33.612,1 km dan sisanya jalan kabupaten. "Dari seluruh jalan itu, 30 persen perlu perbaikan tahun ini karena asumsinya 3-5 tahun perlu perbaikan di ruas jalan yang sama, dan 20 persen dari anggaran setiap tahun dari total panjang jalan tersebut," tambahnya.


Editor : Erlangga Djumena