Jumat, 25 Juli 2014

/ Bisnis & Keuangan

UMKM Capai 51,3 Juta

Jumlah Entrepreneur Hanya 0,18 Persen

Rabu, 26 Januari 2011 | 13:37 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM di Indonesia saat ini mencapai 51,3 juta unit atau setara 99,91 persen dari total usaha. Namun, jumlah unit usaha yang banyak itu tidak menyebabkan Indonesia memiliki banyak wira usaha atau entrepreneur.

"Wira usaha itu mengacu pada karakter orang yang selalu ingin mengembangkan nilai tambah dari apa pun, jadi tidak berarti dia harus pengusaha. Kalau menggunakan ukuran itu, maka entrepreneur yang ada di Indonesia baru mencapai 0,18 persen dari jumlah penduduk, sehingga masih dibutuhkan empat juta entrepreneur di Indonesia," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Rabu (26/1/2011).

Menurut Hatta, dirinya tidak merasa bahagia dengan jumlah UMKM yang banyak itu karena masih banyak usaha kecil yang harus dikembangkan ke level pengusaha menengah. "Saya tidak happy karena sesungguhnya yang bersifat formal masih sedikit. Hanya gemuk di tengah. Saya ingin melahirkan pengusaha kelas menengah baru yang lahir dari pengusaha kecil," ujarnya.

Hatta menegaskan, UMKM sudah terbukti menjadi bagian dari ekonomi yang memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi krisis. Atas dasar itu, pemerintah menjadikan pengembangan UMKM sebagai strategi utama dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Pakar terkemuka mengatakan setiap negara maju memiliki dua persen wirausahawan dari total jumlah penduduknya. Kalau mengacu itu, seakan UMKM bukan wirausaha. Padahal wira usaha itu adalah karakter orang yang selalu ingin mengembangkan nilai tambah dari apapun. Bukan berarti dia itu pengusaha," katanya.

Saat ini, jumlah tenaga kerja di Indonesia mencapai 90,9 juta orang dan menyumbang 55,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Investasi yang disalurkan dari UMKM mencapai Rp 640,4 triliun atau 52,9 persen dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). UMKM juga menyumbang pada cadangan devisa senilai Rp 183,8 triliun atau 20 persen dari total cadangan devisa.  


Editor : Erlangga Djumena