Kamis, 21 Agustus 2014

/ Bisnis & Keuangan

Bukan Bohong

Presiden: Jumlah Pengangguran 8,32 Juta

Rabu, 2 Februari 2011 | 15:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,32 juta orang, oleh karena itu diperlukan gerakan nasional untuk meningkatkan semangat kewirausahaan masyarakat.

Presiden dalam pidato pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional di Jakarta, Rabu, menjelaskan, jumlah pengangguran itu setara dengan 7,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,8 juta orang.

Presiden menegaskan, data itu berasal dari Badan Pusat Statistik, organisasi resmi pemerintah yang bertugas mengolah berbagai jenis data. "Jadi ini bukan kebohongan," kata presiden yang disambut tepuk tangan hadirin.

Yudhoyono menjelaskan, fokus utama pemerintah adalah berusaha menyediakan lapangan kerja bagi para penganggur itu.  Salah satu lapangan pekerjaan yang potensial adalah pegawai instansi negara. Namun, kata presiden, sektor itu tidak mungkin bisa menyerap semua pengangguran.     Menurut Presiden Yudhoyono, jumlah pegawai instansi negara saat ini 7.663.570 orang yang terdiri dari pegawai negeri sipil, guru dan dosen, serta TNI/Polri.

Oleh karena itu, presiden meminta masyarakat menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai salah satu sektor penyerapan tenaga kerja. "Menjadi wirausaha yang menciptakan produk pasar dan bisnis yang baru," katanya.     Presiden menegaskan, wirausahawan di Indonesia bisa bekerja di berbagai sektor, seperti pertanian, jasa, dan teknologi.  Sektor-sektor itu masih bisa dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, menyatakan saat ini jumlah wirausaha di Tanah Air baru sebanyak 0,24 persen dari total populasi penduduk. Padahal, untuk dapat dikatakan sebagai negara maju diperlukan setidaknya 2 persen jumlah wirausaha dari seluruh jumlah penduduk. "Melalui GKN ini kami berharap dapat meningkatkan jumlah wirausaha minimal 2 persen dari total populasi penduduk kita," katanya.     Menurut menteri, jika hal itu dapat dicapai maka bukan tidak mungkin jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan dapat ditekan, sehingga kesejahteraan rakyat dapat tercapai.

Dalam pencanangan GKN terangkai pula acara expo kewirausahaan, pemberian penghargaan kepada tokoh, perbankan, wirausaha muda sukses, koperasi, dan kepala daerah penggerak kewirausahaan.


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: