Kamis, 24 Juli 2014

/ Bisnis & Keuangan

Minyak Mentah

Harga Minyak Dunia Turun Lagi

Rabu, 18 Mei 2011 | 07:36 WIB

Baca juga

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah melorot untuk kedua hari berturut-turut pada perdagangan Selasa (17/5/2011) waktu setempat, setelah laporan perumahan Amerika Serikat yang sangat negatif sehingga meningkatkan kekhawatiran melemahnya permintaan di negara konsumen minyak terbesar dunia itu.

Namun melemahnya dollar AS membantu mengikis penurunan besar harga minyak karena permintaan meningkat untuk minyak mentah yang dihargakan dalam dollar.

Kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet pengiriman Juni, ditutup pada 96,91 dollar per barrel, turun 46 sen dari Senin. Di London, minyak mentah Brent North Sea pengiriman Juli turun 2,74 dollar ke posisi 109,99 dollar per barrel pada hari pertama perdagangan kontrak acuan Juli.

"Data yang lemah benar-benar memainkan momentum negatif yang kita lihat untuk beberapa minggu terakhir ini," kata Phil Flynn dari PFG Best Research.

Pemerintah AS melaporkan adanya penurunan tajam pembangunan rumah pada April, menandai dalamnya krisis perumahan di negara tersebut. Departemen Perdagangan menyatakan perumahan baru (housing starts) jatuh 10,6 persen dari Maret dan izin bangunan jatuh 4,0 persen.

Kontrak berjangka New York sempat jatuh ke 95,02 dollar per barrel sebelum kembali naik berkat penurunan dollar terhadap euro di tengah pembicaraan Eropa tentang krisis utang Yunani. "Suasana di pasar telah berubah dari fokus pada pertumbuhan ekonomi dan penguatan euro" ke mata uang bersama Eropa berada di bawah tekanan dari memburuknya utang publik," kata Flynn.

Rich Ilczyszyn, seorang analis di Lind-Waldock, mengatakan berakhirnya opsi di New York pada Selasa juga meningkat volatilitas di pasar yang telah berubah-ubah setidaknya selama dua pekan.

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: