Sabtu, 30 Agustus 2014

/ Bisnis & Keuangan

MOU Indonesia-Korsel

Korsel Bangun Dua PLTA di Lampung

Rabu, 18 Mei 2011 | 12:32 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com — Korea Selatan dipastikan ikut membangun dua pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Lampung. Hal tersebut dipastikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kedua negara.

MOU untuk kedua PLTA itu merupakan bagian dari sembilan MOU yang ditandatangani di Nusa Dua, Bali, Rabu (18/5/2011). Penandatanganan seluruh MOU itu disaksikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Ilmu Pengetahuan Ekonomi Korea Selatan Choi Juung-kyung.

Kesembilan MOU itu adalah, pertama, perjanjian mutually beneficial strategic ekonomi antara Hatta dan Choi sebagai wakil pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi, kerja sama pengembangan industri, teknologi, dan sumber daya.

Kedua, MOU perjanjian kerja sama pembangunan dan operasional proyek PLTA di Way Kanan, Lampung. MOU ini ditandatangani penanggung jawab proyek Kim Jae-Mu, President Director PT Bs Energy, Presiden KOMIPO Fauzi Afrianto Rifai, Direktur PT Nusantara Energi, dan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP.

Ketiga, pembangunan PLTA di Tenggamus, Lampung, yang ditandatangani oleh President Director PT Bs Energy; Direktur PT Nusantara Hydro, dan pemimpin proyek Bambang Kurniawan ST. Adapun dari pihak Korea Selatan adalah Nam In-suk, yakni Presiden dan CEO of Korea Midland Power, lalu Cho Yong-kyung (Chairman dan CEO of Daewoo).

Keempat, MOU antara Korea Institute of Industrial Technology dan Asosiasi Tekstil Indonesia. Kelima, MOU antara Korea Institute of Industrial Technology dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Keenam, Direktorat Desain Nasional dan Kemaritiman-Kementerian Perikanan dan Kelautan dengan Korea Engineering Plant Technology Center. Ketujuh, MOU antara Korean Institute for Advancement of Technology dengan Masyarakat Telematika Indonesia.

Kedelapan, pengembangan kapasitas teknologi pembangkit listrik tenaga surya antara Direktorat Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Samsung CNT Co.

Kesembilan, MOU pembangunan dermaga secara kerja sama antara Daewoo Ship Building & Maritim dengan PT Koja Dock Bahari dan Perkapalan Persero.

Hatta Rajasa mengatakan, hubungan perdagangan dan investasi kedua negara terus menguat. Di sisi perdagangan, Korea Selatan adalah rekan dagang ketujuh terbesar bagi Indonesia. "Nilai perdagangan saat ini sudah mencapai 20,28 miliar dollar AS pada 2010. Kami yakin nilai itu bisa meningkat jadi 40 miliar dollar AS pada 2014," katanya.


Editor : Glori K. Wadrianto