Kamis, 31 Juli 2014

/ Bisnis & Keuangan

KUartal II

Neraca Pembayaran Diprediksi Surplus

Kamis, 19 Mei 2011 | 15:55 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah memprediksi kinerja neraca pembayaran Indonesia masih akan mencatat surplus yang cukup besar pada kuartal II-2011. Saat ini neraca pembayaran sudah mencapai di atas 110 miliar dollar AS. Surplus tersebut bersumber dari transaksi berjalan ataupun transaksi modal dan finansial.

"Transaksi modal dan finansial diperkirakan masih mengalami surplus yang cukup tinggi," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo, di Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Transaksi tersebut ditopang oleh peningkatan penanaman modal asing (PMA) dan investasi portofolio, seperti SUN, saham, dan SBI, yang sejalan dengan iklim investasi yang terus membaik dan kondisi makro-ekonomi yang stabil.

Pada kuartal I tahun ini, transaksi berjalan mengalami surplus sebesar 1,9 miliar dollar AS. Hingga akhir tahun ini, pemerintah memperkirakan surplus transaksi ini dapat mencapai 4,4 miliar dollar AS.

Sementara itu, surplus transaksi modal dan finansial selama kuartal I-2011 mencapai 6,2 miliar dollar AS. "(Surplus) ditopang oleh kinerja investasi langsung dan investasi portofolio," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro menambahkan, kondisi neraca pembayaran ini merupakan poin positif dari stabilitas makro-ekonomi Indonesia. "Kalau kita lihat apa yang sudah berlangsung pada kuartal I-2011 telah terjadi juga peningkatan, dalam artian peningkatan cadangan devisa yang merupakan hasil akhir dari kondisi positif neraca pembayaran," tambahnya.


Editor : Erlangga Djumena