Minggu, 23 November 2014

/ Bisnis & Keuangan

BBM Nonsubsidi

Perang Harga BBM Nonsubsidi

Rabu, 1 Juni 2011 | 07:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perang harga produk bahan bakar minyak nonsubsidi di pasaran kian jelas. Sehari setelah PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Pertamax, dua perusahaan pesaing ikut menurunkan harga produk BBM sejenis untuk meningkatkan volume penjualan.

PT Shell Indonesia, Selasa (31/5/2011), menurunkan harga produk BBM jenis Super R92 beroktan 92. Harga Super R92 di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi yang semula Rp 9.050 per liter, mulai kemarin pukul 00.01 menjadi Rp 8.450 per liter. Adapun harga baru Super R92 di SPBU Shell di Surabaya Rp 8.800 per liter.

Hal serupa juga dilakukan PT Total Oil Indonesia. Kemarin pukul 14.00 harga baru untuk produk BBM Total jenis Performance 92 dari Rp 9.050 menjadi Rp 8.450 per liter. Berarti ada penurunan harga Rp 600 per liter. Sebelumnya, PT Pertamina menurunkan harga Pertamax rata-rata Rp 350 per liter.

Adapun PT Petronas Indonesia masih mengevaluasi perkembangan harga produk BBM mereka. ”Dalam waktu dekat kami akan menetapkan harga baru BBM, tidak lama lagi turunnya, masih dihitung,” kata Kepala Bagian Ritel PT Petronas Indonesia Wisnu Wijijoko.

Menurut General Manager Hubungan Eksternal dan Komunikasi PT Shell Indonesia Budiman Moerdijat, langkah ini sehubungan dengan turunnya harga bensin dan diesel Mids Oil Platts Singapore (MOPS) di pasar internasional pada paruh kedua Mei.

Manajer Humas, Komunikasi, dan Merek PT Total Oil Indonesia Rulianti Syahrul mengemukakan, penurunan harga itu mengikuti perkembangan harga MOPS sekaligus dipengaruhi daya beli konsumen. Sejak harga Performance 92 naik, volume penjualan turun 20 persen. Dengan harga turun ini, volume penjualan diharapkan naik. (EVY/ONI)

Lebih Lengkap Baca KOMPAS

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: