Selasa, 16 September 2014

/ Bisnis & Keuangan

Adaro Sasar 8.000 Ton Minyak Jarak

Rabu, 1 Juni 2011 | 10:02 WIB

TANJUNG, KOMPAS.com - Perusahaan tambang batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO), produsen alat berat asal Jepang Komatsu Limited, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) membidik peluang bisnis baru berupa produksi bahan bakar minyak jarak berkapasitas produksi 8.000 ton per tahun pada tahun 2012.

Bahan bakar alami ini diharapkan dapat menghidupkan 100 unit dump truck atau truk tambang berkapasitas 90 ton yang digunakan di tambang batu bara Adaro Tanjung, Kabupaten Tabalong, di Kalimantan Selatan.   

"Ini adalah komitmen kami atas tanggung jawab dalam mengutamakan keselamatan dan kelestarian lingkungan serta menciptakan operasi penambangan yang ramah lingkungan di lokasi pertambangan Adaro," ujar Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir di Tanjung, Kalimantan Selatan, Selasa (31/5/2011).

Garibaldi hadir dalam acara peluncuran Proyek Percontohan Bahan Bakar Bio Diesel di kawasan tambang terluas yang dikelola PT Adaro Indonesia (anak usaha Adaro Energy), Tanjung, Tabalong. Hadir dalam acara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedi Saleh, Duta Besar Jepang untk Indonesia Yoshinori Katori, Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Arifin, Presiden dan CEO Komatsu Kunio Noji, dan Presiden Direktur United Tractors Djoko Pranoto.

Bahan bakar biodiesel dari jarak pagar tersebut akan menggantikan 20 persen penggunaan bahan bakar fosil yang tidak bisa di daur ulang pada dump truck yang digunakan Adaro pada lahan tambang seluas 35.000 hektar itu. Dengan penurunan ketergantungan pada bahan bakar fosil itu maka akan mengurangi emisi gas karbondioksida (CO2) sekitar 20.000 tons per tahun atau setara 10 persen emisi CO2 di pabrik Komatsu, Jepang.

Direktur Pemasaran dan Pendukung Komatsu untuk Indonesia, Chikaya Sakai mengatakan, untuk memperoleh produksi bahan bakar minyak jarak sebanyak 8.000 ton setahun pihaknya membutuhkan lahan tanam seluas 4.000 hektar. Hingga saat ini, luas lahan yang sudah ditanami tanaman jarak adalah seluas 50 hektar.

"Dalam setahun, kami dapat menambah lahan tanam jarak sekitar 400 hektar. Dengan demikian, kebutuhan lahan yang harus kami kejar masih sangat banyak," ujarnya.  

 

Investasi

Presiden dan CEO Komatsu Ltd, Kunio Noji men yebutkan, perusahaannya sudah menginvestasikan dana sebesar 200 juta yen atau sekitar Rp 20,97 miliar (dengan nilai tukar Rp 104,85 per yen). Pada tahap awal, Komatsu tidak berharap akan ada nilai tambah komersial dalam proyek tersebut.

"Kami ingin agar ada penurunan emisi CO2 itu yang menjadi target kami. Namun, nilai jual bahan bakar apapun pada saat harga minyak mentah di pasar internasional ada di posisi 100 dollar AS per barrel akan membuat harga jual bahan bakar nabati pun menarik," ujarnya.

Adapun Adaro sendiri telah mengalokasikan dana sebesar 1,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,75 miliar untuk mendukung proyek bahan bakar minyak jarak tersebut. Sementara pihak United Tractor tidak memberikan keterangan mengenai jumlah investasinya, namun mereka memastikan agar dump truck yang menggunakan bahan bakar minyak jarak tersedia sebagai dasar uji coba.

Kredit pengurangan emisi ini akan diklaim Komatsu dan hal tersebut sudah disepakati dalam perjanjian dasar de ngan Adaro dan United Tractor. Adapun Adaro akan memperoleh manfaat yang maksimal dari semakin hijaunya kawasan tambang batu bara yang dikelolanya akibat perkebunan tanaman jarak pagar itu. Maret 2011 ini, ketiga perusahaan sudah selesai memb angun pabrik bahan bakar minyak jarak berkapasitas produksi 1,2 ton per hari plus laboratorium. Bahan bakar minyak jarak yang diproduksi berstandar eropa (EN 14214). Produk ini mulai diuji coba pada dump truck Komatsu jenis HD785. 

 

 


Editor : Erlangga Djumena