Kamis, 21 Agustus 2014

/ Bisnis & Keuangan

INFRASTRUKTUR JADI KELEMAHAN

Daya Saing Indonesia di Urutan 44

Rabu, 8 Juni 2011 | 14:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Laporan Daya Saing 2011 hasil penilaian World Economic Forum atau WEF khusus tentang Indonesia diluncurkan di Jakarta untuk pertama kali, menjelang pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Asia Timur ke-20, pada 12-13 Juni 2011. Laporan ini mengacu pada temuan Indeks Daya Saing Global atau GCI 2010-2011.

"Peringkat Indonesia telah meningkat dengan luar biasa seperti dikutip dalam laporan. Namun, kami menyadari kebutuhan untuk terus meningkatkan daya saing Indonesia. Pemerintah memprioritaskan mengatasi tantangan itu, terutama hambatan infrastruktur. Kami juga menyadari kebutuhan untuk meningkatkan sumber daya manusia dengan terus meningkatkan kesehatan, pendidikan dan pelatihan pekerja, " ujar Mari Elka Pangestu , Menteri Perdagangan Indonesia di Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati urutan ke-44 di antara 139 negara di dunia dalam peringkat GCI. Sejak tahun 2005, WEF menilai daya saing atas dasar 12 kategori. Indonesia dilaporkan ada pada peringkat ke 10 pada semua negara anggota G- 20.  

Kecuali dengan China, daya saing Indonesia sekarang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara BRICs. Indonesia mendahului India, Afrika Selatan, Brasil dan Rusia serta berada di posisi tengah di ASEAN. Indonesia masih jauh di belakang Singapura dan Malaysia, namun jauh di depan Filipina dan Kamboja, dan setara dengan Thailand dan Vietnam.

Beberapa kekuatan Indonesia adalah pertumbuhan yang cepat dan manajemen fiskal yang sehat telah menempatkan negara ini pada pijakan fiskal yang kuat. Selain itu, pendidikan dasar dapat d iakses hampir semua dengan peningkatan baru-baru ini dalam kualitas.

Upaya yang sekarang harus dilakukan adalah fokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi. Faktor-faktor penting dalam tahun-tahun mendatang adalah efisiensi pasar, yang sekarang sudah didorong oleh rezim pajak yang kompetitif dan persaingan yang ketat. B irokrasi dan hambatan perdagangan belum ada perkembangan.

Keunggulan Indonesia lain adalah ukuran pasar yang besar. Sebagai salah satu dari 20 ekonomi terbesar dunia, Indonesia menawarkan kelas menengah yang luas dan berkembang. Salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia adalah dengan lebih mengintegrasikan ASEAN.

Infrastruktur merupakan salah satu kelemahan yang paling mencolok. Pelabuhan, jalan dan rel kereta api berada dalam kondisi menyedihkan. Pasokan listrik sangat langka. Penyerapan teknologi informasi dan komunikasi masih terbatas di kalangan bisnis, serta dalam populasi tertentu. (OIN)

 


Editor : Erlangga Djumena