Sabtu, 19 April 2014

/ Bisnis & Keuangan

Berawal Pesan-antar, Merambah ke Restoran

Rabu, 22 Juni 2011 | 14:20 WIB

Baca juga

KOMPAS.com — Bisnis makanan yang dimulai dengan konsep pesan-antar alias delivery bisa bertumbuh menjadi restoran dengan jaringan luas. Lihat saja kiprah bisnis Tri Prasetyo, pemilik jaringan restoran Matur TengkYu.

Sukses berbisnis kuliner dengan sistem delivery membuat Tri percaya diri membuka restoran di awal tahun ini. Lantaran restorannya membidik segmen mahasiswa dan pekerja kantoran, Tri mengutamakan harga yang terjangkau. Ia menetapkan harga seporsi sajian ayam atau ikan gurami mulai dari Rp 11.000 hingga Rp 15.000.

Lantaran sudah lebih dulu terkenal dengan konsep pesan-antar, Tri pun menawarkan menu-menu yang sama di restorannya. Sebut saja ayam kampung panggang klaten, ayam kremes, dan nasi boks ayam. "Untuk menu ikan, ada gurami bakar dan gurami asam manis," terang Tri.

Meski menunya sama, Tri yakin para pelanggan Matur TengkYu yang biasa memesan menu lewat telepon akan beralih ke restoran.

Apalagi, dengan konsep restoran, Tri menyadari, masakannya harus benar-benar lezat. Maka, dia tak pelit memberi bumbu. "Kami memberi bumbu pada beragam sajian kami berkali-kali," ujarnya.

Misalnya, untuk membuat ayam dengan rasa gurih, Tri merendam ayam dengan santan kepala yang memberikan rasa gurih, manis, dan asam. Tak hanya itu, "Sebelum direndam, kami melumuri ayam itu dengan bumbu agar rasanya melekat," kata Tri yang menjamin semua bahan baku sajian Matur TengkYu dalam kondisi segar dan higienis.

Promosi jadi kunci

Agar restorannya sukses, Tri pun mengatur strategi promosi. Ia membuat promo harga supermurah paket menu di restoran Matur TengkYu. "Dengan harga Rp 3.000, para pelanggan dapat membeli nasi, ayam lengkap dengan pecel, sambal, dan minuman," tutur Tri sembari promosi.

Lelaki asal Yogyakarta ini juga menyediakan lima paket nasi boks gratis dan diskon 50 persen di hari-hari tertentu. Tri yakin, dengan promosi yang bagus, omzet restorannya akan meningkat cepat.

Terbukti, pendapatan gerai restonya di Yogyakarta bisa mencapai Rp 80 juta setiap bulan. Omzet yang lumayan besar ini mendorongnya menawarkan konsep kemitraan. Apalagi, sebelumnya, Tri sukses menjaring 10 mitra dalam kemitraan pesan-antar.

Tri menawarkan paket investasi restoran senilai Rp 180 juta. Tak hanya dapat berjualan dalam bentuk restoran, dalam paket ini mitra juga bisa menjual beragam menu itu secara delivery.

Tri mengharuskan calon mitra memiliki bangunan seluas 100 meter persegi. "Lokasi tersebut harus memiliki area parkir yang luas dan jaringan listrik minimal 2.200 watt," ujarnya. Karena juga memberikan layanan pesan-antar, mitra wajib menyediakan kendaraan sendiri.

Dengan asumsi penjualan 100 porsi tiap hari, Tri pun menghitung, mitra bisa meraup omzet Rp 1,5 juta tiap hari. "Masa balik modal sekitar 22 bulan," ujarnya.

Menurut Erwin Halim, pengamat waralaba dari Proverb Consulting, bisnis makanan memiliki prospek cerah asal ada perbedaan dan keunikannya. Ia melihat keunggulan Matur TengkYu terletak pada konsep pesan-antar. Karena itu, Erwin meragukan penawaran kemitraan restorannya bisa berkembang. "Yang jelas, mereka harus hati-hati dan berusaha agar mitranya tidak mengalami kegagalan," ujarnya. (Ragil Nugroho, Mona Tobin/Kontan)


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: