Minggu, 21 September 2014

/

Raskin Disalurkan

Sabtu, 23 Juli 2011 | 01:51 WIB

Jakarta, Kompas - Harga bahan kebutuhan pokok, terutama beras, yang mulai naik memaksa sejumlah daerah harus menyalurkan beras untuk rakyat miskin lebih cepat dari jadwal semula. Sejumlah daerah lain mulai bersiap menggelar operasi pasar guna mengendalikan harga beras.

Dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sedikitnya empat kabupaten sudah mendesak Bulog agar segera menyalurkan beras untuk rakyat miskin (raskin) satu bulan lebih awal. Langkah ini dilakukan untuk meredam harga beras yang semakin melambung.

”Empat kabupaten yang mengajukan permintaan raskin lebih awal adalah Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman. Biasanya, setiap daerah meminta raskin pada awal bulan. Namun, kini satu bulan sebelumnya mereka sudah minta,” kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional DIY Darsono Imam Yuwono, Jumat (22/7), di Yogyakarta.

Perum Bulog Divisi Regional DIY, kemarin, menyalurkan jatah raskin bulan Agustus sebanyak 1.119 ton untuk Kabupaten Gunung Kidul dan 467 ton untuk Kabupaten Kulon Progo. Penyaluran raskin bulan Agustus kembali dilakukan Senin mendatang untuk Kabupaten Bantul sebanyak 699 ton dan pada Selasa untuk Kabupaten Sleman sebanyak 561 ton. Khusus Kota Yogyakarta, penyaluran raskin dilakukan pada 2 Agustus mendatang.

”Harga beras di DIY sekarang sudah di atas Rp 6.000 per kilogram. Karena itu, daerah mulai mengajukan permintaan raskin lebih awal untuk meredam kenaikan harga,” kata Darsono.

Operasi pasar

Operasi pasar, terutama beras, juga mulai didengungkan untuk meredam harga beras terus naik. Kepala Dinas Pertanian DIY Nanang Suwandi mengatakan, lonjakan harga beras di DIY dikhawatirkan akan memengaruhi peningkatan harga bahan kebutuhan pokok lainnya. Apabila kenaikan harga beras tak bisa dibendung, operasi pasar digelar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga segera menggelar operasi pasar apabila harga beras kian tak terjangkau. Jika harga beras tidak terjangkau, selain memberatkan beban hidup masyarakat banyak, hal itu juga akan mendorong kenaikan harga bahan kebutuhan pokok lainnya.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang di Palangkaraya mengatakan, tanggal operasi pasar belum dipastikan. ”Kami sudah memperkirakan bahwa pada saatnya nanti akan ada kekurangan. Itu akan diantisipasi. Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kalteng telah diminta memantau harga,” katanya.

Di Balikpapan, Kalimantan Timur, harga daging ayam potong yang sempat naik kini terkoreksi karena memberatkan masyarakat. Kondisi ini membuat masyarakat menekan konsumsi dan tak membeli daging ayam. Harga ayam potong tertinggi adalah Rp 30.000 per kg, tetapi kini turun menjadi Rp 25.000 per kg.

(ABK/ILO/PRA/BAY/ACI)


Editor :