Selasa, 2 September 2014

/ Bisnis & Keuangan

Rumah Murah

Penyerapan Kredit Rumah Subsidi Rendah

Selasa, 26 Juli 2011 | 21:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Penyaluran kredit perumahan bersubsidi untuk rakyat menengah ke bawah hingga semester I tahun 2011 berkisar 46.000 unit. Jumlah itu baru 25,41 persen dari target penyaluran rumah bersubsidi sebanyak 181.000 unit.

Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, mengemukakan itu di Jakarta, Selasa (25/7/2011).

Kendala yang muncul justru dari sisi pasokan rumah. Rumah bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4,5 juta per bulan. Rumah bersubsidi itu terdiri atas rumah sejahtera tapak (landed house) dan rumah sejahtera susun. Sementara harga rumah bersubsidi maksimum Rp 70 juta per unit.

"Pasokan rumah masih menjadi persoalan. Harga rumah terjangkau, dan memastikan pasokan tersedia menjadi pekerjaan rumah," ujar Suharso.

Kredit perumahan bersubsidi bagi masyarakat menengah bawah digulirkan lewat skim fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Dengan FLPP, suku bunga kredit rumah bersubsidi dipatok tetap di kisaran 8-9,95 persen dalam tenor 15 tahun. Penyaluran FLPP sejauh ini melalui Bank Tabungan Negara dan Bank Bukopin.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Perumahan, Margustienny, mengemukakan, penyaluran dana FLPP terhambat antara lain disebabkan verifikasi nasabah oleh perbankan belum optimal. Beberapa persyaratan penyaluran FLPP belum terpenuhi, sehingga dana untuk subsidi perumahan tidak bisa dikucurkan lewat perbankan.

Persyaratan yang kerap belum dipenuhi nasabah di antaranya surat keterangan belum memiliki rumah, dan pengisian surat pemberitahuan (SPT) pajak. "Kami tidak mau penyaluran FLPP salah sasaran," ujar Margustienny.


Editor : Agus Mulyadi