Selasa, 21 Oktober 2014

/ Bisnis & Keuangan

Ancaman Mogok Kerja

Setahun, Pilot Garuda 15,5 Kali Gaji

Rabu, 27 Juli 2011 | 15:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Manajemen maskapai Garuda Indonesia mulai membuka diri. Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Ari Sapari pun langsung membantah kabar yang menyatakan bahwa gaji pilot Garuda warga negara Indonesia lebih rendah daripada pilot warga negara asing. Pilot Garuda itu mendapat 15,5 kali gaji.

"Dalam setahun mereka mendapat 12 bulan gaji, satu kali tunjangan hari raya, tunjangan pendidikan senilai satu bulan gaji, tunjangan akhir tahun senilai satu bulan gaji, dan tunjangan cuti tahunan senilai setengah bulan gaji," kata Ari, Rabu (27/7/2011) di Kantor Garuda di Cengkareng.

Kamis besok, sekitar 800 pilot Garuda berencana untuk berpartisipasi dalam aksi mogok. Dengan akar masalah disparitas gaji yang tinggi antara pilot Garuda lokal dan pilot Garuda warga asing.

Namun, Ari menyangkal ada perbedaan gaji pilot hingga dua kali lipat. "Tidak sampai dua kali lipat. Malah dulu ketika saya baru masuk Garuda pada tahun 1970-an, gaji pilot asing yang 10 kali lipat dari gaji pilot lokal," katanya.

Garuda pun mengklaim gaji bulanan pilot lokal mencapai Rp 71 juta per bulan, lebih tinggi dari gaji pilot asing sebesar Rp 68,8 juta per bulan. Perincian gaji pilot lokal adalah gaji pokok Rp 47,7 juta per bulan, flight allowance Rp 10 juta per bulan, dan cash benefit sebesar Rp 13,9 juta per bulan.

"Pilot Garuda juga dapat penghargaan masa kerja 20 tahun senilai empat bulan gaji," kata Ari Sapari.

Ia menyebutkan sejumlah tunjangan lain, seperti Jamsostek, iuran pensiun, kesehatan pensiun, medical allowance, personal accident assurance, dan lost of flying license.   

 


Editor : Agus Mulyadi