Jumat, 19 Desember 2014

/ Bisnis & Keuangan

Konsultasi Rumah Zakat

Zakat Bagi Yang Berpenghasilan Pas-pasan

Jumat, 5 Agustus 2011 | 07:37 WIB

Terkait

Tanya: Kalau penghasilan saya setiap bulannya hanya cukup buat makan, sedangkan anak saya 3, gimana perhitungan zakatnya sedangkan tabungan saya tak punya. Apakah saya wajib keluarin zakat 2,5 persen sebagaimana lazimnya tiap tahun berzakat. (Teguh Setiawan - Jakarta)

Jawab: Salah satu syarat zakat mal atau zakat harta adalah nisab. Nisab adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Orang yang hartanya telah mencapai atau melebihi nisab wajib mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah:

"Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir." (QS Al Baqarah: 219).

Harta yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah yang telah melebihi kebutuhan. Untuk mengukurnya, Islam telah menentukan nishab zakat pada harta seseorang.

Syarat-syarat nisab: 1. Harta yang akan dizakati di luar kebutuhan yang harus dipenuhi, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian. 2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nisab berdasarkan hadis Rasulullah SAW, "Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun)." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani).

Nisab zakat penghasilan ada dua jenis. Pertama, zakat penghasilan apabila ditunaikan per tahun maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen apabila telah mencapai nisab (85 gram emas) dari total penghasilan bersih yang diterima setelah dikurangi total utang dan kewajiban. Jika asumsi emas per gram Rp 400.000, maka nisab zakat harta adalah 85 x Rp 400.000 = Rp 38.250.000 per tahun. Apabila penghasilan dikurangi total utang dan kewajiban mencapai Rp 38.250.000, maka Ibu wajib berzakat.

Kedua, apabila zakat penghasilan ditunaikan setiap bulan, maka zakatnya wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen apabila telah mencapai nisab (653 kilogram beras) dari total penghasilan bersih yang diterima setiap bulannya. Jika asumsi harga beras per kilogram adalah Rp 8.000, maka nisab zakat penghasilan adalah 653 x Rp 8.000 = Rp 5.224.000 per bulan. Apabila penghasilan bersih per bulan Ibu mencapai Rp 5.224.000 per bulan, maka wajib berzakat.

Apabila penghasilan Ibu per bulan atau per tahun tidak mencapai nisab, Ibu tidak wajib mengeluarkan zakat penghasilan. Untuk mendapatkan keberkahan harta, Ibu dapat berinfak sesuai dengan kemampuan. Wallahua’lam.

(Rumah Zakat)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Erlangga Djumena