Kamis, 27 November 2014

/ Bisnis & Keuangan

Produksi Meningkat, Harga Karet Turun

Jumat, 5 Agustus 2011 | 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan produksi global karet alam berpengaruh terhadap penurunan harga karet berjangka, meski penurunan harga tidak terlalu besar. Di SICOM (Singapore Commodity Exchange ) harga karet berjangka untuk penyerahan September 2011 ditutup melemah.

Harga karet RSS3 berada pada level harga 483 dollar AS per kilogram dari harga sebelumnya 484,3 dollar AS per kilogram. Produksi global dari karet alam (NR) diperkirakan akan meningkat 3,3 persen.

Total produksi diharapkan dapat 2,15 juta ton dari produksi sebelumnya sebesar 2,09 juta ton. Produksi pada bulan Agustus diprediksi akan menjadi 924.000 ton dan 992.000 ton pada bulan September.

Demikian rilis harga yang dikeluarkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi,Jumat (5/8/2011). Harga karet ekspor kualitas 90persen di Sumatera Selatan berada pada level harga Rp 35.787 per kilogram, atau turun tipis dibandingkan sebelumnya kisaran Rp 35.886 per kg.

Pasaran Karet yang dihasilkan petani di Sumsel hingga saat ini mengikuti pergerakan harga di luar negeri, karena sebagian besar hasil salah satu komoditas andalan sektor perkebunan itu diekspor ke sejumlah negara konsumen.

Di tingkat petani, harga karet asalan masih kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.500 per kg. Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) volume ekspor karet dan barang dari karet selama Januari-Juni mencapai 1,71 juta ton, naik 21,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,41 juta ton. 

 

 

 


Editor : Robert Adhi Kusumaputra