Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:12 WIB
Kelistrikan
Industri Terus Dibebani
Stefanus Osa Triyatna | Marcus Suprihadi | Jumat, 19 Agustus 2011 | 09:30 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/M SUPRIHADI Menara Listrik

JAKARTA, KOMPAS.com- Gara-gara PT PLN tidak punya kebijakan strategis, industri terus dibikin susah dengan beban-beban kenaikan. Listrik menjadi momok sepanjang tahun.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy di Jakarta, Jumat (19/8/2011), mengatakan, "Yang jadi masalah adalah bahan bakar untuk pembangkit listrik PLN. Selama masih pakai bahan bakar minyak dan gas, selama itu pula pemerintah harus memberikan subsidi listrik."

Menurut Ernovian, selama itu pula harga jual listrik mahal. Oleh sebab itu, batubara diutamakan untuk pembangkit listrik PLN yang dampak positifnya banyak.

Ernovian menjelaskan, dengan menggunakan batubara biaya pokok produksi di PT PLN bisa menjadi rendah dan subsidi dapat dikurangi. Harga jual listrik ke konsumen murah, bisa hanya Rp 450/kWh. Juga, limbah dari batubaranya berupa fly ash dapat dijual ke industri semen atau dapat dimanfaatkan untuk dibuat batu-bata bangun perumahan rakyat.

Dia juga menyebutkan, gas yang selama ini untuk pembangkit PLN dapat diberikan ke industri dan ini domino efeknya sangat banyak.