Kamis, 21 Agustus 2014

/ Bisnis & Keuangan

Penerbangan

Malaysia Airlines Rugi 178 Juta Dollar AS

Rabu, 24 Agustus 2011 | 07:44 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Maskapai Malaysia Airlines membukukan kerugian 178 juta dollar AS pada kuartal I-2011. Sementara maskapai berbiaya rendah, AirAsia, melaporkan penurunan laba bersih hingga 48 persen akibat naiknya harga minyak dunia.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Associated Press, Rabu (24/8/2011), sebenarnya pendapatan Malaysia Airlines tumbuh 8 persen pada April-Juni lalu sebesar 1,3 miliar dollar AS. Akan tetapi, biaya bahan bakar tumbuh 522 juta dollar AS atau 41 persen lebih mahal dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, maskapai berbiaya rendah terbesar di Asia Tenggara, AirAsia, mencatatkan kenaikan pendapatan 16 persen atau 365 juta dollar AS. Namun, justru terjadi penurunan laba dari 67 juta dollar AS pada periode yang sama tahun lalu menjadi 35 juta dollar AS. Hal itu juga diakibatkan melonjaknya harga minyak dunia.

Selasa malam, di pasar New York, harga minyak dunia melonjak 1,2 persen menjadi 85,44 dollar AS per barrel di tengah bangkitnya harga saham dan pelemahan dollar AS. Harga minyak juga melonjak akibat peningkatan ekskalasi konflik di Libya.  

Sekadar catatan, pada awal Agustus ini ada pertukaran saham antara Malaysia Airlines dan AirAsia. Tujuannya adalah untuk mengakhiri perseteruan panjang dan meningkatkan bisnis dua maskapai Malaysia itu.

Tune Air, perusahaan induk AirAsia, menguasai 20,5 persen saham di Malaysia Airlines. Sebaliknya, Khazanah Nasional, semacam BUMN Malaysia, akan mendapatkan 10 persen saham di maskapai AirAsia. Di bawah kesepakatan kedua maskapai, Malaysia Airlines tetap fokus di pasar premium, sementara AirAsia di penerbangan berbiaya rendah.   


Editor : Marcus Suprihadi
Sumber: