Senin, 22 Desember 2014

/ Bisnis & Keuangan

LPS Pertahankan Suku Bunga Wajar Simpanan

Rabu, 14 September 2011 | 20:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan mempertahankan suku bunga wajar simpanan di bank umum pada posisi 7,25 persen untuk Rupiah dan 2 ,75 persen untuk valuta asing.

Begitu juga untuk simpanan di Bank Perkreditan Rakyat, suku bunga wajar simpanan dipertahankan pada posisi 10,25 persen. Tingkat bunga wajar simpanan itu berlaku pada periode 15 September 2011 hingga 14 Januari 2012.

Mengutip siaran pers pada situs LPS, Rabu (14/9/2011), penetapan tingkat bunga wajar itu antara lain dengan pertimbangan kondisi perekonomian dalam negeri yang kuat. Yang ditandai dengan tingkat inflasi rendah, meningkatnya cadangan devisa, dan menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS, jelas siaran pers itu.

LPS mempertahankan tingkat bunga wajar tersebut, di tengah memburuknya perekonomian global, khususnya di Amerika dan Eropa. Selain itu, juga untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat dan menjaga stabilitas sistem perbankan.

Suku bunga wajar simpanan LPS tersebut menjadi acuan untuk menentukan dijamin atau tidaknya suatu simpanan nasabah. Untuk simpanan pada bank yang memberikan suku bunga simpanan di atas suku bunga wajar LPS, maka simpanan tersebut tidak dijamin.

Berdasarkan data LPS, simpanan bank umum per Juli 2011 mencapai Rp 2.494 triliun, yang terdiri dari dana pihak ketiga dan simpanan antar bank.

Pekan lalu, Bank Indonesia juga memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 6,75 persen. Meski demikian, BI memperlebar batas bawah koridor suku bunga operasi moneter, dari 100 basis poin menjadi 150 basis poin di bawah BI rate. Tujuannya, mendorong kegiatan di pasar uang antarbank.


Editor : Robert Adhi Ksp