Kamis, 24 April 2014

/ Bisnis & Keuangan

Rupiah Melemah, Insentif buat Ekspor

Kamis, 22 September 2011 | 11:45 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh menyampaikan bahwa melemahnya rupiah terhadap dollar AS merupakan insentif bagi ekspor. Namun, ia berharap penguatan dollar AS tidak melebihi Rp 9.000 per dollar AS.

"Penguatan itu kalau untuk ekspor sih bagus, tapi jangan terus menurun (rupiahnya)," ujar Deddy seusai menghadiri rapat di Komisi VI DPR, Rabu (21/9/2011) sore.

Deddy menuturkan, menurut Bank Indonesia, posisi nilai tukar di sekitar Rp 9.000 per dollar AS masih aman. Belakangan ini, posisi rupiah memang melemah terhadap dollar AS. Pada Selasa (19/9/2011) pagi, rupiah turun 100 poin ke posisi Rp 8.870 per dollar AS. Kondisi ini dipicu oleh pemangkasan peringkat utang Italia yang akhirnya membuat pasar global kembali terpuruk.

Pada Rabu siang, rupiah pun kembali melemah ke posisi nilai tukar Rp 8.915 per dollar AS. "(Melemahnya rupiah) itu baguslah. Jadi, memberikan insentif untuk ekspor dan disinsentif untuk impor. Jadi bagus, tapi (dollar AS) jangan terlaku kuat juga," tegas Deddy.


Editor : A. Wisnubrata