Minggu, 21 Desember 2014

/ Bisnis & Keuangan

Tingkat Kepatuhan Pajak Masyarakat Rendah

Jumat, 30 September 2011 | 11:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan tingkat kepatuhan pajak masyarakat di Indonesia masih rendah.

"Fakta menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pajaknya masih sangat rendah," ujar Agus dalam peluncuran Sensus Pajak Nasional di Jakarta Utara, Jumat (30/9/2011).

Agus menuturkan, saat ini, orang pribadi yang menyerahkan SPT-nya hanya 8,5 juta wajib pajak. Padahal, penduduk yang aktif bekerja ada 110 juta orang. "Artinya rasio SPT terhadap kelompok pekerja aktif itu hanya 7,7 persen. Dengan kata lain memang tingkat kepatuhan wajib pajak kita masih belum memadai," tutur dia.

Agus pun membandingkan kondisi ini dengan Jepang. Negara di Asia Timur ini, lanjut dia, jumlah penduduk yang menjadi pembayar pajak aktif bisa mencapai lebih dari 50 persen. "Kalau di Indonesia sekarang masih 7,73 persen," ujar dia.

Sementara untuk badan usaha hanya 466.000 badan yang menyerahkan SPT. Padahal, badan usaha yang berdomisili tetap dan aktif ada lebih dari 12 juta badan. "Dengan kata lain, kepatuhan wajib pajak badan relatif rendah karena jumlahnya itu hanya 3,6 persen dari jumlah badan yang ada," tutur dia.

Dengan kondisi ini, rasio penerimaan pajak terhadap total PDB agak rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Ia pun menyebutkan kembali pesan dari Presiden sewaktu pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2012, di mana pemerintah akan melanjutkan reformasi perpajakan, termasuk perubahan pada peraturan perpajakan sebagai usaha untuk menaikkan penerimaan perpajakan. Termasuk juga penyelenggaraan Sensus Pajak Nasional sebagai usaha lainnya.


Editor : Erlangga Djumena