Kamis, 24 April 2014

/

Mentan: Beli Jagung Petani

Selasa, 4 Oktober 2011 | 05:14 WIB

Baca juga

MAROS, KOMPAS - Menteri Pertanian Suswono mengimbau pemerintah daerah untuk membeli jagung petani. Hal ini perlu dilakukan agar petani segera memiliki modal untuk memulai masa tanam berikutnya.

Imbauan itu dikemukakan Suswono saat berbincang dengan petani dalam acara Open House 2011 di Balai Penelitian Tanaman Serealia di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (3/10).

”Pemerintah daerah harus siaga membeli jagung petani saat panen. Ini akan membantu petani dan pemerintah juga, apalagi di Sulsel ada resi gudang,” ujar Suswono dalam forum bertema Inovasi Teknologi Mendukung Swasembada Jagung dan Diversifikasi Pangan itu.

Di depan Mentan, petani mengeluhkan harga jagung yang rendah Rp 1.000 – Rp 2.500 per kilogram di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Idealnya, harga jagung bisa mencapai Rp 3.500 per kilogram. Petani juga mengeluh karena kesulitan memasarkan jagung sehingga beralih ke tengkulak.

Saat ini ada enam resi gudang di Sulsel. Suswono mendorong petani tidak sungkan memanfaatkannya. Dengan sistem ini, petani dapat menyimpan produknya di gudang. Hasil produksi akan dinilai harganya, dan 70 persen dari nilai produksi dapat digunakan petani sebagai kredit.

Adapun satu hektar lahan jagung setidaknya membutuhkan modal Rp 5 juta. Hingga masa panen, petani harus mengeluarkan sedikitnya Rp 15 juta. Dengan rata-rata panen mencapai delapan ton per hektar, petani bisa mendapatkan uang mencapai Rp 20 juta dengan patokan harga jagung Rp 2.500 per kg.

”Kalau 70 persennya saja sudah diterima dari resi, petani bisa punya modal untuk musim tanam berikutnya,” kata Suswono.

Perbaikan nasib petani juga menjadi salah satu upaya untuk mengejar target swasembada pangan 2014. Petani diharapkan ikut menikmati hasil kerja kerasnya. (SIN)


Editor :