Minggu, 21 Desember 2014

/ Regional

Tangkap Sidat di Festival Danau Poso

Minggu, 30 Oktober 2011 | 15:57 WIB

TENTENA, KOMPAS.com — Lomba menangkap ikan sidat dan lele menjadi salah satu atraksi yang memeriahkan Festival Danau Poso Ke-14 di Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (30/10/2011).

Selain menangkap sidat, festival yang dibuka pada Jumat sore ini juga diwarnai sejumlah pentas budaya dan lomba lain yang diikuti beberapa kabupaten di Sulteng.

Lomba ketangkasan menangkap sidat, sejenis belut besar yang merupakan ikan endemik di Danau Poso, berlangsung di tepi Danau Poso pada Minggu siang, tepat di arena Festival Danau Poso.

Sebelumnya, berlangsung lomba tarik tambang di perahu yang mengambil lokasi di bagian lain Danau Poso. Kendati tak seramai pelaksanaan festival dua tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat dan peserta tetap tinggi mengikuti rangkaian festival.

Beberapa kegiatan, termasuk lomba yang dilaksanakan, adalah lomba menari dero, salah satu tari tradisional yakni tari pergaulan di Sulteng; lomba perahu dayung; tarik tambang di atas perahu; menangkap sidat dan lele; lomba kuliner tradisional, hingga pentas budaya dari setiap kabupaten.

Di luar arena festival, pengunjung dan peserta berkekeliliing ke sejumlah obyek wisata sekitar danau. Rencananya penutupan akan dilakukan pada Senin.

Festival Danau Poso Ke-14 merupakan yang ketiga kali berlangsung berturut-turut setelah sempat terhenti selama tiga tahun sepanjang 2006-2008. Kerusuhan dan konflik horizontal yang mewarnai daerah ini membuat festival sempat terhenti. Bahkan, sempat beberapa tahun dilaksanakan tanpa diikuti peserta dari kabupaten lain.

Festival Danau Poso menjadi salah satu ajang bagi kabupaten lain di Sulteng untuk ikut promosi. Selain peserta dan pengunjung dari Sulteng, Festival Danau Poso juga dikunjungi wisatawan mancanegara.

Biasanya wisatawan mancanegara memaketkan kunjungannya dengan Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Umumnya dari Tana Toraja mereka ke Tentena via jalan darat melalui Kabupaten Luwu Timur di Sulsel, dan masuk Pamona, Sulteng.  

Digelarnya kembali festival sejak tahun 2009 adalah untuk pembuktian pada dunia luar bahwa situasi di Poso telah pulih. Selain itu, untuk menjual keindahan Poso dan Tentena, khususnya yang memiliki beragam obyek wisata dan keragaman budaya.  

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengharapkan Festival Danau Poso menjadi bukti pulihnya situasi keamanan di Poso. Terlebih lagi pascasituasi yang sempat memanas di Ambon, situasi Poso sempat terganggu dengan sejumlah SMS provokasi. Beruntung masyarakat kian dewasa dan tidak lagi mudah terprovokasi.

 


Penulis: Reny Sri Ayu Taslim
Editor : Agus Mulyadi