Kamis, 31 Juli 2014

/ Bisnis & Keuangan

Perbankan

Peringkat Bank Mega Turun

Jumat, 11 November 2011 | 12:02 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com Pemeringkat Fitch Ratings di Jakarta, Jumat (11/11/2011), telah menurunkan peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) menjadi A dari A+ dengan prospek stabil.

Pada saat yang sama, Fitch juga menurunkan peringkat obligasi subordinasi Bank Mega menjadi A- dari A, yang ditetapkan satu peringkat di bawah peringkat Nasional Jangka Panjang. Obligasi tersebut tidak memiliki klausul penundaan secara kumulatif (cumulative deferral).

Penurunan peringkat ini mencerminkan melemahnya waralaba dana pihak ketiga dan rasio likuiditas Bank Mega. Peringkat-peringkat ini akan mendapat tekanan jika terjadi penurunan lebih jauh di dalam profil likuiditas dan dana pihak ketiga serta melemahnya kualitas aset seiring pesatnya pertumbuhan kredit.

Sanksi yang diberikan oleh Bank Indonesia pada Mei 2011 yang melarang Bank Mega untuk membuka cabang baru selama kurun waktu satu tahun telah menyebabkan bank kesulitan dalam mengembangkan jaringan untuk meningkatkan dana pihak ketiga. Hal ini menyebabkan total aset yang relatif stagnan sebesar Rp 50 triliun pada akhir September 2011, dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan industri sebesar 20 persen dan 25 persen.

Aset likuid Bank Mega, terutama deposito berjangka Bank Indonesia, turun drastis menjadi Rp 348 miliar pada akhir September 2011, yang sebagian digunakan untuk mendukung pertumbuhan kredit. Hal ini menyebabkan rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga naik menjadi 70 persen dari sebelumnya 56 persen.

Eksposur pinjaman tercatat Rp 29,7 triliun pada akhir September 2011. Posisi permodalan tetap memadai dengan rasio modal inti dan kecukupan modal (CAR) masing masing 12,2 persen dan 13,8 persen pada akhir Juni 2011.

CAR turun lebih jauh menjadi 12 persen pada akhir September 2011, seiring dengan pertumbuhan kredit. Namun, Fitch berharap Bank Mega tetap mempertahankan rasio modal inti dan CAR sesuai dengan persyaratan minimum yang telah ditetapkan Bank Indonesia, yaitu masing masing sebesar 5 persen dan 8 persen.

Profitabilitas Bank Mega melemah dengan marjin laba bersih turun menjadi sebesar 4,8 persen pada akhir September 2011 dan rasio laba terhadap total aset turun menjadi sebesar 1,6 persen.

Bank Mega didirikan pada tahun 1969 dan temasuk dalam 15 bank terbesar di Indonesia dari segi aset pada akhir tahun 2010. Bank ini diambil alih oleh Para Group pada tahun 1996.

Setelah pencatatan saham di bursa pada tahun 2000 dan beberapa kali penerbitan saham baru (right issue), kepemilikan Para Group terdilusi menjadi 57,82 persen pada akhir 2010.


Penulis: Anastasia Joice
Editor : Marcus Suprihadi