Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:26 WIB
Tarif Iklan Cetak Mahal, Broker Properti Melipir ke "Online"
| Latief | Rabu, 23 November 2011 | 21:41 WIB
|
Share:
M LATIEF/KOMPAS.com Tarif iklan printed media tinggi, namun unggul dalam keluasan jangkauan. Sementara media online berbiaya murah, tapi fokus ke segmen market tertentu dan bisa ditayangkan dalam jangka waktu cukup panjang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan broker properti mulai gemar berjualan lewat media online. Respons iklan yang datang di internet semakin banyak kendati angkanya belum mengalahkan iklan di media cetak.

Hanya saja, kelemahan pengguna online device terbatas.
-- Nurul Yaqin

Hartono Sarwono, Direktur Utama PT Mandiri Inti Realty melihat, tarif iklan printed media tinggi, namun unggul dalam keluasan jangkauan. Sementara media online berbiaya murah, tapi fokus ke segmen market tertentu. Selain itu, bisa ditayangkan dalam jangka waktu cukup panjang dan lebih panjang dari iklan media cetak.

"Makanya yang respons pun cukup banyak," ujar Hartono, Rabu (23/11/2011).

Ambil contoh di harian umum nasional, tarif per baris per milimeterkolom dikenakan biaya Rp 47.300. Sedangkan tarif di media lokal sekitar Rp 6 juta per halaman. Nah, tarif iklan di media online cukup murah, yaitu dengan harga rata-rata Rp 100.000 per bulan. Keuntungan lainnya, produk yang dipromosikan bisa banyak karena bisa diganti-ganti.

Nurul Yaqin, Direktur Ben Hokk Property mengakui, sekalipun memiliki daya jangkau luas, komunikasi media cetak hanya satu arah. Makanya, Ben Hokk memanfaatkan media cetak cuma untuk informasi. Beda halnya online yang komunikasi timbal balik.

"Hanya saja, kelemahan pengguna online device terbatas," kata Nurul.

Menurut Nurul, media online sangat pas untuk meluncurkan produk atau klaster baru. Dia meramalkan 50% pembeli properti berburu produk via online. (Maria Rosita)

Sumber :
KONTAN