Jumat, 29 Agustus 2014

/

LAHAN PERTANIAN

Jalan Layang untuk Tekan Alih Fungsi

Sabtu, 3 Desember 2011 | 03:43 WIB

Karawang, Kompas - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta akses jalan menuju pelabuhan di pesisir utara dibuat layang untuk menekan alih fungsi lahan pertanian. Tanpa strategi teknik, laju alih fungsi dikhawatirkan kian cepat dan mengancam statusnya sebagai lumbung padi.

Pemerintah pusat berencana membangun pelabuhan internasional di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, di atas daratan seluas 110 hektar, dan sekitar 140 hektar hasil reklamasi. Rencana itu kini masuk pada tahap evaluasi detail desain dan diproyeksikan jadi satu dari tiga pelabuhan, termasuk di Marunda, Jakarta, dan Bekasi, penopang Pelabuhan Tanjung Priok.

Bupati Karawang Ade Swara, di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Jumat (2/12), mengatakan, pihaknya tetap pada usulan awal, yakni akses menuju pelabuhan dibangun jalan layang. Usulan itu telah disampaikan ke pemerintah pusat dan kini dibahas Panitia Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Karawang 2011-2031.

”Jika akses jalan dibuat biasa (bukan jalan layang), alih fungsi lahan pertanian akan makin cepat. Rumah, toko, gudang, dan bangunan lain tumbuh di kanan kiri jalan. Apalagi akses itu membelah persawahan dari selatan ke utara Karawang,” kata Ade.

Direncanakan, jalan yang dibangun untuk menghubungkan kawasan industri di selatan menuju ke pelabuhan di utara membelah persawahan dari Pancawati, Lemahabang, hingga Tempuran. Panjang jalan mencapai 34 kilometer dengan lebar 40-50 meter, sehingga dibutuhkan lahan sekitar 150 hektar.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Tono Bahtiar, menambahkan, pihaknya mendukung upaya pemda mempertahankan lahan pertanian. Rekayasa teknik dengan membuat jalan layang diharapkan menjadi solusi atas dilema mempertahankan lahan pertanian beririgasi teknis dan menyediakan infrastruktur untuk menopang perkembangan sektor industri.

Alih fungsi lahan di Karawang rata-rata 180 hektar per tahun. Selain untuk industri, sawah-sawah diubah menjadi perumahan, pertokoan, atau pergudangan. Dinas Pertanian Karawang mencatat, dari 94.311 hektar luas baku sawah saat ini, 83.021 hektar di antaranya adalah lahan beririgasi teknis, 3.852 ha setengah teknis, dan 3.273 ha tadah hujan.

Selain itu, akan dibangun bandara. Pemda punya ribuan hektar lahan marjinal di Karawang selatan, cocok untuk bangun bandara tanpa harus mengalih fungsi lahan sawah. (mkn)


Editor :