Kamis, 27 November 2014

/ Bisnis & Keuangan

JK: Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Kamis, 22 Desember 2011 | 17:19 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, langkah terbaik untuk menekan besaran subsidi bahan bakar minyak tahun depan adalah dengan menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM. Langkah itu dinilai paling sederhana dan mudah dilaksanakan ketimbang jika pemerintah menerapkan pembatasan BBM bersubsidi.  

Hal itu disampaikan Jusuf Kalla dalam seminar bertema pengelolaan minyak dan gas bumi nasional, Kamis (22/12/2011) di Jakarta.  

Menurut Jusuf Kalla, opsi menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai merupakan langkah terbaik dalam menekan subsidi BBM. Dengan menaikkan harga BBM bersubsidi, hal itu akan mengatasi perbedaan harga dengan BBM nonsubsidi.  

"Jadi, tidak ada lagi penyelewengan, tidak perlu diawasi terlalu keras, tidak perlu administrasi yang kencang, dan itu administrasi dan birokrasi akan menyebabkan macam-macam," kata dia menegaskan.

Namun, diakui, implementasi kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi itu butuh keberanian dari pemerintah. Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap inflasi dinilai bukan hal yang menakutkan. Inflasi akan menakutkan jika masyarakat tidak memiliki dana untuk membeli barang di pasaran.  

Secara terpisah, pengamat energi Pri Agung Rakhmanto menyatakan, sejauh ini pemerintah dinilai tidak berani menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mendorong orang berhemat BBM maupun menerapkan pembatasan BBM bersubsidi.  

Dengan disparitas harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi sekitar Rp 3.000 per liter, sulit untuk bisa mengatasi masalah penyalahgunaan BBM bersubsidi. Hal itu menyebabkan kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan dalam APBN selalu jebol. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Evy Rachmawati
Editor : Robert Adhi Ksp