Minggu, 21 Desember 2014

/ Regional

Kelompok Punk

"Kami Bebas Miliki Rambut Mohawk!"

Jumat, 23 Desember 2011 | 15:06 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Sekitar 50 anak punk mendatangi Mapolrestabes Bandung untuk berunjuk rasa lengkap dengan atribut mereka, seperti sepatu bot, rambut gaya mohawk, hingga celana ketat, Jumat (23/12/2011). Aksi tersebut sebagai dukungan terhadap 65 anak punk di Aceh yang terkena program pembinaan kepolisian.

Tidak bisa masuk ke dalam Mapolrestabes, para pengunjuk rasa hanya berorasi di depan pintu gerbang. Mereka membentangkan spanduk berisi dukungan kepada punk Aceh. Yel-yel layaknya unjuk rasa juga dikumandangkan di tempat ini.

Orator yang beraksi juga lihai dalam membakar semangat pengunjuk rasa. Lengkap dengan atribut punk, dia juga mengutip pendapat Soekarno mengenai peran generasi muda bagi bangsa.

Tuntutan para pengunjuk rasa adalah rehabilitasi nama baik 65 anak punk yang ditertibkan di Aceh. Begitu pula tuntutan untuk mengadili Wali Kota dan Kapolres Banda Aceh yang terlibat dalam pembubaran event punk di Aceh dan berujung pada penertiban mereka. Selain itu, mereka juga menolak rencana Polri untuk mengimplementasikan program di Aceh kepada daerah lain di Indonesia.

"Kembalikan sepatu bot mereka, biarkan mereka kembali memiliki rambut gaya mohawk," ujar salah satu pengunjuk rasa yang mengaku bernama Abah.

Abah yang ditaksir berusia 30 tahun ini mengungkapkan bahwa ada sekitar 5.000 anak punk yang tersebar di Kota Bandung. Meski tidak seekstrem di Aceh, punk di Kota Bandung juga mendapatkan represi dari aparat pemerintah. Salah satunya adalah sulitnya mendapat izin acara.

"Kalaupun mendapat izin, hanya boleh digelar di markas militer, seperti Yon Armed atau Brigif 15 Kujang II. Ini kota seni, kenapa kami hanya boleh menggunakan markas militer," seru Abah.


Penulis: Didit Putra Erlangga Rahardjo
Editor : Robert Adhi Ksp