Sabtu, 25 Oktober 2014

/ Bisnis & Keuangan

BBM

Pembatasan BBM Bersubsidi Gunakan CNG dan LGV

Senin, 2 Januari 2012 | 16:48 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan dilakukan secara bertahap mulai April 2012. Opsi yang akan digunakan adalah penggunaan CNG (Compressed Natural Gas) dan LGV (Liquid Gas for Vehicle).

"Pembatasan itu akan ada secara bertahap menggunakan CNG dan LGB. Itu teknis sekali, Pak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina bisa menyampaikan bagaimana nanti masyarakat yang tidak boleh lagi menggunakan premium, lalu menggunakan opsi menggunakan CNG atau pun LGV," ujar Hatta di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (2/1/2012).

Pembatasan BBM bersubsidi ini akan dilakukan mulai April mendatang. Mengenai infrastruktur, Hatta berujar, peralihan dari BBM bersubsidi ke kedua jenis bahan bakar tersebut telah tersedia peralatannya. Lagipula, kata dia, penggunaan gas lebih murah ketimbang BBM bersubsidi.

"Ada converter-nya, dan kalau masyarakat pakai gas harganya Rp 4.100, lebih murah dari BBM bersubsidi, yakni Rp 4.500," ujarnya.

"Opsi itu ada, tapi dilakukan bertahap, tentu saja, karena infrastruktur kita kan bertahap juga," lanjut Hatta.

Sementara itu, Hatta menyebutkan, wewenang pengawasan pembatasan BBM tersebut berada pada Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi. Hal ini sudah diatur dalam undang-undang. Namun demikian, dalam transisi pengawasan akan dibentuk tim tersendiri, yakni tim sosialisasi dan tim pengawasan agar program tersebut bisa betul-betul berjalan dan tidak ada distorsi berlebihan.

"Kalau mau 100 persen tidak ada distorsi, tentu tidak mungkin. Pasti ada juga bocor-bocornya sedikit. Kita kurangi sekecil mungkin," ucap Hatta.

Terhadap tim pengawas, Menteri ESDM Jero Wacik berkata, tim tersebut sudah ada, yakni BPH Migas. Sementara anggota baru BPH Migas belum dilantik, maka anggota lama bekerja lebih dulu.

"BPH Migas kan sudah ada, sekarang ada anggota BPH Migas yang baru dipilih oleh DPR dan belum dilantik. Yang lama bekerja dulu, kan kemarin sudah menunjuk, ada perusahaan yang ditunjuk untuk distribusi," ujar Jero.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ester Meryana
Editor : Latief