Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:35 WIB
PNM: Pembiayaan Mikro 2011 Naik 53 Persen
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Rabu, 4 Januari 2012 | 13:31 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menyalurkan pembiayaan mikro sebesar Rp 2,23 triliun melalui Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) selama tahun 2011. Dengan angka itu penyaluran pembiayaan tumbuh 53 persen dari tahun sebelumnya. "Keunikan layanan kepada usaha mikro kecil (UMK) yang menkombinasikan antara jasa pembiayaan dengan pembinaan non-finansial (capacity building) kembali menunjukkan kontribusi positif untuk kinerja bisnis dan pemberdayaan PNM," Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Parman Nataatmadja, dalam rilis yang diterima Kompas.com.

PNM menyelenggarakan pembinaan yang dilakukan secara built-in dengan aktivitas pembiayaan melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PNM yang telah mengadakan kegiatan-kegiatan pelatihan, pendampingan usaha untuk klaster-klaster usaha dan fasilitas lainnya di 25 kota di seluruh Indonesia selama 2011. Alhasil, pencapaian kinerja yang baik ini juga terlihat pada tingkat kredit yang bermasalah (non-performing loan) bruto untuk pembiayaan mikro yang dapat terjaga pada 1,24 persen per Desember 2011. Angka ini hanya naik sedikit dari 1,15 persen pada Desember 2010.

Tahun 2011 ini pembiayaan ULaMM menjangkau 37.823 UMK di 1.670 kecamatan. Sejauh ini akumulasi pembiayaan yang telah disalurkan ULaMM telah mencapai Rp 4,67 triliun untuk 76.790 UMK. Realisasi tahun 2011 jauh di atas realisasi tahun 2009 yang hanya Rp 842,12 miliar. Jadi, ada pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 165 persen.

Posisi outstanding pembiayaan ULaMM di Desember 2011 pun meningkat sekitar 54 persen dibanding Desember 2010. Dengan kontribusi yang cukup besar dari ULaMM diproyeksikan laba bersih PNM dapat melampui target RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2011 sebesar 27 persen atau meningkat sebesar 23 persen dari realisasi laba di tahun 2010.

Untuk tahun 2012, PNM rencananya akan menambah 100 unit ULaMM. Penambahan ini akan mendukung kegiatan pengembangan usaha dalam hal frekuensi, jumlah peserta, dan cakupan tempat pelaksanaannya. Selain itu, PNM juga akan memiliki 582 kantor layanan yang tersebar di 25 provinsi dan akan terkoneksi secara online real time. BUMN ini juga akan menargetkan untuk mendapatkan pendanaan bagi pembiayan ULaMM sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2012. Dana tersebut direncanakan akan diperoleh dari instrumen pasar modal sebesar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun. Sementara itu, Rp 1,7 triliun akan berasal dari perbankan dan sumber dana lainnya. Dengan begitu, pada tahun ini, PNM pun memproyeksikan pembiayaan ULaMM akan meningkat minimal sebesar 38 persen dibandingkan akhir tahun 2011.