Kamis, 18 September 2014

/ Bisnis & Keuangan

Prediksi Pasokan Dongkrak Harga Lada

Rabu, 11 Januari 2012 | 14:40 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Pada penutupan perdagangan di NCDEX ( National Commodity and Derivatives Exchange), harga lada berjangka ditutup menguat. Harga lada berjangka untuk penyerahan Januari 2012 ditutup pada level harga 31. 645 per Rupee ton atau naik 0,08 persen dari penutupan sebelumnya di 31.710 Ruppe.

Kenaikan harga Lada berjangka dipengaruhi perkiraan stok Lada pada 2012 yang mengalami penurunan sebesar 16.740 ton menjadi 97.458 ton. Berdasarkan data International Pepper Community (IPC), ekspor lada hitam selama 2011 dari enam negara pengekspor utama (Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Sri Lanka) adalah 242.450 ton.

Diprediksi pada tahun 2012, ekspor akan mengalami kenaikan menjadi 246.045 ton. Produksi pada 2012 diprediksi juga akan mengalami peningkatan dari 298.400 pada tahun 2011 menjadi 320.155 ton.

Menurut laporan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Rabu (11/1), di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung harga Lada Hitam pada pekan kedua Januari 2012 mengalami penurunan.

Harga lada hitam sebelumnya mencapai Rp 55.000 per kg, namun sekarang Rp 46.000 per kg. Luas lahan lada di Waykanan per Desember 2011 tercatat 12.081 hektare dengan sentra produksi Kecamatan Gununglabuhan seluas 4.791 hektare. Total produksi lada di Indonesia tahun 2011 sebesar 33.000 ton (18.000 ton lada hitam dan 15.000 ton lada putih).

Jumlah tersebut lebih rendah daripada tahun 2010 yang mencapai 59.000 m t (terdiri dari 40.000 ton lada hitam dan 19.000 ton lada putih). Penurunan produksi terjadi karena kondisi cuaca buruk basah selama berbunga dan berbuah pada musim panen terakhir.

Adanya hamadan penyakit, ditambah tanaman tua di daerah yang tumbuh besar, telah memberikan kontribusi terhadap penurunan besar dalam produksi. 


Penulis: Eny Prihtiyani
Editor : Robert Adhi Ksp