Sabtu, 2 Agustus 2014

/ Bisnis & Keuangan

Harga Lada Turun

Kamis, 26 Januari 2012 | 14:42 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga lada pada perdagangan di National Commodity and Derivatives Exchange (NCDEX) mengalami penurunan.

Penurunan harga lada dipengaruhi bertambahnya pasokan dari daerah penghasil lada pada saat melemahnya permintaan ekspor di tengah kondisi perekonomian dunia yang terganggu krisis di Eropa.

Di NCDEX, harga lada kontrak Februari diperdagangkan pada 32.200 rupee per kuintal atau mengalami penurunan 1,04 persen. Berdasarkan informasi dari Dewan Rempah-rempah India, ekspor lada selama April 2011-November 2011 mencapai 17.000 ton, meningkat dibandingkan dengan 11.850 ton pada 2010, atau naik 43,6 persen.

Berdasarkan data Komunitas Lada Internasional (IPC), lada hitam ekspor selama Januari-Oktober 2011 dari enam negara pengekspor utama (Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Sri Lanka) adalah sekitar 2,04 lakh ton, atau mengalami penurunan sebesar 4,6 persen dibandingkan dengan 2,14 lakh ton pada periode yang sama tahun lalu.

Indonesia bersama IPC berupaya menjaga stabilitas harga lada di pasar dunia dengan mengusahakan agar pasokan seimbang dengan kebutuhan sehingga para petani dapat menikmati nilai produk rempah tersebut.

"Untuk menjaga stabilitas harga, IPC yang berkantor di Jakarta menginformasikan harga lada di pasar internasional kepada para petani yang tersebar di Indonesia melalui layanan pesan singkat (SMS) telepon seluler," papar Kepala Bappebti Syahrul R Sempurnajaya, Kamis (26/1/2012).


Penulis: Eny Prihtiyani
Editor : Robert Adhi Ksp