KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Bongkar Muat di Tanjung Priok Tumpukan peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/05/2011).
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia harus memiliki sistem logistik yang kuat, efektif, efisien dan aman. Ini merupakan syarat mutlak untuk dapat memenuhi kebutuhan distribusi pasar domestik dan berdaya saing di tingkat internasional. Hanya saja, alih-alih bersiap untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) pada 2015, sistem konektivitas Indonesia saja belum begitu baik.
Kadin Indonesia berharap cetak biru sistem logistik nasional (sislognas) dapat segera dikeluarkan pemerintah. Karena sislognas tersebut merupakan acuan dalam rangka membenahi sistem logistik Indonesia, menintegrasikan program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Perekonomian Indonesia), konektivitas, Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan menurunkan biaya logistik dari 17 persen menjadi 10 persen.
"Cetak biru itu harus segera dikeluarkan. Di dalamnya sudah jelas capaiannya, instansi yang melaksanakan, waktu pelaksanaan dan lain-lain sudah jelas semua. Jangan kita kehilangan momentum, waktu terbuang, karena negara lain di ASEAN tengah membenahi sistem logistiknya," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/1/2012).
Natsir menyebutkan, Filipina menggunakan waktu 3 tahun membenahi logistiknya dari peringkat 7 menjadi peringkat 4 di ASEAN, sementara Indonesia masih berada di posisi ke 6.
Gerakan untuk membenahi logistik nasional masih kurang, penanganannya masih ad hoc, makanya harapan dunia usaha pelaku logistik nasional maupun internasional saat ini tengah menanti-nantikan cetak biru sislognas tersebut. "Jangan sampai ketika AEC 2015 sudah berlaku, Indonesia malah baru bekerja membenahi sistem logistiknya," tambah Natsir.
Natsir menambahkan, jika Indonesia belum siap dikhawatirkan Indonesia akan semakin tertinggal. Oleh sebab itu, Kadin berharap kementerian dibawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian terus bersinergi dalam mempercepat pembenahan sislognas.


