Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:56 WIB
Menpera: BTN Manja
Brigita Maria Lukita | Robert Adhi Ksp | Selasa, 31 Januari 2012 | 11:59 WIB
|
Share:
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN Menteri Perumahan Rakyat, Djan Farid.
Foto:

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan, sudah ada dua bank BUMN yang bersedia menurunkan suku bunga kredit dalam fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan.

BTN karena manja, sudah jadi partner kita terlalu lama, masih ngotot gak mau turun suku bunga.
-- Djan Faridz

Hal itu dikemukakan Djan Faridz dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Menurut Djan Faridz, Bank Tabungan Negara hingga kini belum bersedia menurunkan suku bunga kredit rumah subsidi di kisaran 6-7 persen. BTN mengajukan usulan suku bunga dalam fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan subsidi sebesar 8,22 persen.

"BTN karena manja, sudah jadi partner kita terlalu lama, masih ngotot gak mau turun (suku bunga)," ujarnya.

Ia menambahkan, bank lain yang bersedia menurunkan suku bunga kredit rumah subsidi dalam fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) antara lain Bank Negara Indonesia 6,35 persen dan Bank Rakyat Indonesia 7,12 persen.

Anggota DPR Komisi V Malkan Amin, menilai, BTN yang manja bisa saja patuh apabila dilakukan pendekatan yang baik. Itu karena BTN dilahirkan untuk kepentingan perumahan.