Rabu, 3 September 2014

/ Bisnis & Keuangan

Laba Singapore Airlines Merosot

Jumat, 3 Februari 2012 | 13:49 WIB

HONGKONG,KOMPAS.com - Singapore Airlines Ltd, yang merupakan maskapai terbesar kedua di dunia dalam hal nilai pasar, mencatatkan penurunan laba selama lima kuartal berturut-turut. Penyebabnya, kenaikan bahan bakar, semakin ketatnya kompetisi, dan kian menurunnya permintaan untuk penerbangan kelas premium.

Menurut laporan yang dikeluarkan maskapai, Kamis ( 2/2/2011 ) waktu setempat, penerimaan bersih maskapai anjlok 53 persen menjadi 135 juta dollar Singapura atau setara dengan 108 juta dollar AS pada kuartal IV- 2011 . Periode yang sama tahun 2010 , Singapore Airlines bisa mendapatkan penerimaan mencapai 288 juta dollar Singapura.

Sementara itu, penjualan tiket hanya naik 1 persen menjadi 3,9 miliar dollar Singapura. Laba operasi yang dicapai yakni 137 juta dollar Singapura. Cukup turun jauh dibandingkan kuartal IV- 2010 dengan 378 juta dollar Singapura. Tingkat keterisian pesawat pun hanya 77,2 persen, atau turun 2,5 persen dari periode yang sama tahun 2010 .

Dalam laporannya, maskapai beralasan, pemesanan-pemesanan awal menunjukkan tanda melemahnya kondisi penerimaan maskapai seiring dengan kondisi krisis global yang membuat masyarakat enggan melakukan perjalanan.

Persaingan pun kian ketat. Maskapai harus bersaing dengan maskapai dari Timur Tengah untuk rute jarak jauh. Sementara, untuk rute jarak pendek, Singapore Airlines harus bersaing dengan maskapai berbiaya rendah seperti Jetstar dan AirAsia. "Permintaan penumpang akan terus turun sebelum akhirnya kembali baik," sebut Andrew Orchard, analis Royal Bank of Scotland Group Plc, di Hongkong, Kamis waktu setempat.

Menurut dia, biaya perjalanan ataupun jumlah staf maskapai akan terpangkas seiring dengan kondisi ekonomi.


Penulis: Ester Meryana
Editor : Erlangga Djumena
Sumber: