Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:03 WIB
Perdagangan Bebas
ILO: Perdagangan Bebas Tak Selalu Menguntungkan
Eny Prihtiyani | Marcus Suprihadi | Selasa, 7 Februari 2012 | 14:49 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Organisasi Buruh Internasional (ILO), Selasa (7/2/2012), merilis laporan berjudul Trade and Employment: From Myths to Facts yang diluncurkan di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Publikasi itu memuat metode untuk mencapai tiga tujuan, yaitu mengidentifikasi bukti keterkaitan perdagangan dan ketenagakerjaan, merancang alat untuk mendapatkan bukti keterkaitan, dan membantu untuk mendiskusikan kebijakan ketenagakerjaan.

Kepala Program Perdagangan dan Ketenagakerjaan ILO Marion Jansen mengatakan, buruh di sejumlah negara banyak yang mengkhawatirkan perdagangan bebas. Sebab, perdagangan bebas tidak selalu membawa peningkatan kesejahteraan bagi mereka. Sebaliknya, perdagangan bebas bisa menjadi suatu petaka.

”Tidak hanya buruh di Indonesia yang menyatakan kekhawatirannya mengenai dampak  barang impor murah dari China. Di Banglades, buruh tekstil juga berdemo pada Desember 2010 yang lalu karena perusahaan mereka menolak membayar upah minimum,” katanya.

Di China dan India, meski pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dibandingkan Indonesia, para buruh setempat juga merasakan kekhawatiran yang sama.