Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:14 WIB
PISAgro untuk Antisipasi Krisis Pangan
Ester Meryana | Tri Wahono | Rabu, 8 Februari 2012 | 21:08 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menyusun sistem kemitraan antara pemerintah, swasta, dan publik dalam mengantisipasi krisis pangan. Sistem tersebut dinamakan Kerjasama untuk Pertanian Indonesia yang Berkelanjutan (PISAgro). Dalam program PISAgro, pemerintah sudah mulai bekerja sama dengan pihak swasta selama 12 bulan untuk menjalin kemitraan multinasional dalam mengembangkan tujuh komoditas yakni produk susu, kedelai, jagung, kopi, minyak sawit, kakao, dan beras.

"Program yang berorientasi pada tindakan kemitraan multi sektor pertanian seperti PISAgro, sangat penting untuk perbaikan profil kesehatan bangsa dan juga penghasilan petani," ujar Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, di Jakarta, Rabu (8/2/2012).

Selain PISAgro, terang Gita, perlu ada inovasi, perubahan pola konsumsi dengan peningkatan produksi untuk mengatasi kelangkaan pangan. Pasalnya, data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), populasi dunia akan meningkat menjadi 9,1 miliar orang pada 2050. Jadi, perlu peningkatan produksi pangan sebesar 70-100 persen untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dunia.

Sinergi dengan berbagai pihak pun harus dilakukan Indonesia demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Misalnya saja, Indonesia telah tergabung dalam ASEAN plus Three Emergency Rice Recovery (APTERR) untuk menyalurkan beras sebesar 25 ribu ton untuk stok cadangan di wilayah ASEAN ditambah 3 negara mitra.

Indonesia pun bergabung dengan ASEAN Integrated Food Security Framework (AIFS), Strategic Plan of Action of Food Security in the ASEAN Region (SPAFS) dan OECD Global Forum untuk secara aktif turut serta mencari solusi dalam mencapai ketahanan pangan.

"Perlu adanya inovasi, perubahan pola konsumsi serta sinergi dari berbagai pihak untuk mengatasi kelangkaan pangan yang mengancam dunia di masa yang akan datang," pungkas Gita.