Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:14 WIB
Pengusaha Pakistan Tertarik Mebel Indonesia
Eny Prihtiyani | Robert Adhi Ksp | Rabu, 8 Februari 2012 | 22:49 WIB
|
Share:
shutterstock Jika teras rumah Anda mungil, semisal berukuran 2-3 meter persegi, Anda tidak perlu memaksakan pemakaian furnitur karena hanya akan membuat teras terlihat sesak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Chiniot Furniture Association Pakistan, Malik Khalil Ahmed tertarik mengunjungi Indonesia untuk melihat perkembangan industri furnitur di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat Dubes RI di Islamabad berkunjung ke Chiniot.

Malik Khalil Ahmed mengisahkan tentang beberapa pengalaman su litnya mendapatkan visa untuk mengunjungi negara-negara tertentu sekalipun untuk tujuan bisnis.

Dia menjelaskan industri furnitur di Chiniot merupakan yang terbesar dan tertua di Pakistan. Jumlah penduduk Chiniot menurut penuturan Mr. Mal ik Khalil Ahmed sebanyak 400.000 jiwa dan 50 persennya adalah bekerja pada industri furnitur.

Dalam siaran persnya, Rabu (8/2/2012), Dubes RI Islamabad menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang dicapai oleh industri furnitur di Chiniot yang merupakan pusat industri furnitur terbesar khususnya wooden furniture di Pakistan.

Tujuan kunjungan ini adalah untuk melihat secara langsung proses pembuatan furnitur di Chiniot, mengunjungi show room, dan melakukan penjajagan bagi peluang kerja sama antara pengusaha furnitur Indonesia dan Pakistan.

Menanggapi permintaan yang disampaikan oleh Presiden Chiniot Furniture Association mengenai visa kunjungan dan bisnis ke Indonesia, Dubes RI berjanji akan memberikan pengeluaran visa secepat mungkin bagi para pengusaha furnitur yang akan berkunjung ke Indonesia.

Selain itu Dubes RI juga akan menyampaikan kepada para pengusaha furnitur di Pakistan, setiap undangan terkait dengan expo furniture yang diadakan di Indonesia.